Melawan Arus Cimandiri Dengan Tubing

Lupa deh kalau saya mau cerita tentang pengalaman Tubing di Sukabumi.

Seperti apa sih Tubing itu? sebenernya hampir sama kaya Rafting, mengarungi arus sungai dengan menggunakan perahu karet. Bedanya, kalau Rafting itu satu perahu rame-rame, kalau Tubing, kita sendiri-sendiri alias satu orang satu ban (ban/boat untuk satu orang). Waktu itu, karena saya pakai travel yang murah meriah muntah, jadi pake ban mobil truk aja dong sodara-sodara. Iyaa! Ban mobil truk yang segeda bagong! -___-

Beginilah nasib pelancong pas-pasan. Pergi ke antar kota aja tetep nge-gembel. Sama halnya dengan waktu mau Tubing ke Sukabumi. Saya beserta teman-teman yang lain ngeteng naik bus dari Jakarta ke Sukabumi. Jreng! Waktu itu rencana dari beberapa orang, gugur satu persatu. Team yang tersisa hanya saya, icha dan trinzi. Tapi kami ini memang nekat dan memutuskan untuk tetap jalan ke Sukabumi. Kami semua ketemuan di Terminal Lebak Bulus. Makjaang.. udah berapa taun gak ke terminal, rasanya deg-deg ser.. mungkin karena terlihat kebingungan, saya ditegor sana-sini sama abang-abang terminal, pun tidak ketinggalan ditawari berbagai jurusan. “kemana neng? purwakarta? sini sini. kemana neng? Subang? kemana? bandung? merak? banyuwangi? ” hadoooh. Surempong! Pengen tereak pake toa waktu itu ke seluruh abang-abang “SAYA MAU KE JURUSAN KUA!! ADA GAK?” #curcolke1005 hahaha

Bagian surempong belum habis, karena setelah pemberhentian terakhir bus, kami harus ngeteng kembali dengan angkot ke tempat penginapan. Dan.. Kami kembali nyarter angkot hahahaha. Oh iya, biaya nyarter angkot idr 15.000 saja. Setelah tanya sana-sini dan telp-telp si mas pemilik travel, kamipun sampai. Saya menginap di penginapan yang berada di lokasi Pemandian Air Panas Cikundul. Penginapannya? jangan tanya. Seadanya banget nget nget. Dapat dipastikan sodara-sodara setanah air, bahwasannya itu adalah penginapan jam-jaman! jreng jreng!! Sungguh tak sudi akuu apabila nanti menemukan noda-noda anonoh, noda apakah itu? silakan tanyakan pada dora the explorer ๐Ÿ˜€

Kembali ke cerita tentang penginapan yang seadanya, beruntuuung saya bawa kain bali. Jadi bisa buat alas kasur. Ini penting dicatat untuk para traveler kere kaya saya. Selalu bawa kain bali/ Pashmina itu penting sepenting-pentingnya! Konon harga kamarnya per 12 jam adalah idr 160.000 *kepret kain bali ke kasur* , nah karena saya dan temen-temen males dong kalo check out keburu-buru, jadi kayanya lebih dari 16 jam. Satu kamar ada dua tempat tidur yang besar, waktu itu, saya dan teman-teman sunyi senyap melanda sambil menatap kasur yang menunggu ditiduri.. krik.. krik.. krik…

Oh ya, disitu kan tempat pemandian air panas yang katanya terkenal di Sukabumi. Tapi saya ga sempet nyoba. Cuma nyelupin ujung jempol kaki aja dan rasanya.. panas bener jendral! Terus agak-agak bergidik juga liat tempat berendam private nya yang sejamnya idr 25.000. Jadi ada beberapa bilik mirip kaya kamar mandi, tidak terlalu besar, tapi lantainya kolam yang muat berendam untuk 2-3 orang. Tapi ya, gelap -_- dan pengap. Saya sama temen-temen sempat melotot dan saling menatap dengan muka dan mimik seakan mengatakan ada-ya-yang-mau-private-berendam-disini? hihihi

Esok hari pun tiba. Saatnya yang ditunggu-tunggu, Tubing mengarungi Sungai Cimandiri selama sejam! Aheeyy.. selamat gosong dan keriput ya! Waktu tubing, satu teman saya, si deasy sudah datang menyusul. Jadi total team cewek nekat = 4 orang. Let’s!!

Saya start jam 9 pagi setelah sarapan dan segera menuju ke start point. Waktu itu, agak kaget juga, karena peralatan untuk keselamatan gak lengkap. Bayangkan, saya seharusnya mengarungi sungai selama sejam lebih dengan pelindung kepala, siku dan lengan. Ini peralatan siku dan lengannya tidak ada. Alasan mereka sih, karena gak cukup dan lagi dipakai event lain. Ngeeek ngook.. terus kalau kita luka, piyee mas nya? kau akan kembalikan begitu saja kepada orang tuaku haah?? -__-

Tetapi udah terlanjur, saya dan teman-teman tetap bersemangat mengarungi sungai meski dengan perlengkapan keamanan seadanya (jangan ditiru ya). Oh iya, saya sih gak rekomen saya sungai Cimandiri ini, karena airnya coklat kaya capucinno. Yasalam.. asal jangan ada kuning-kuning ngambang deh. Mungkin lain kali, saya akan mempertimbangkan sungai di daerah situgunung yang jernih untuk tubing. *blame it to the cheap travel* wkwkwk. Tubing ini SERU banget!!! Ngebayangin kita usaha sendiri untung mengarungi sungai sampai end point. Wih.. gak kebayang deg-degannya kalo dari jauh udah liat gundukan air terjun kecil, dalam hati “mampus, mampus, nanti gimana? nanti gimanaa? kalo tenggelem?” atau pas lihat pusaran air kecil, ngerii ikut kebawa muter-muter trus nyasar sendiri. Perasaan ngeri selalu ada ketika tiba-tiba saya tertinggal jauh sendirian dan harus mengejar teman-teman yang ada jauh di depan saya. Pun begitu ketika saya duluan dan teman-teman masih di belakang, parnoo banget nyasar atau sempoyongan sendirian atau tibatiba keseret arus dan tenggelem hihih. Selama Tubing, selalu ditemenin guide yang ikut mengiringi, jadi mereka bantu ketika saya ada kesulitan (mis. akan melewati bebatuan besar atau arus deras).

Yang lucunya, si guide kita itu anak-anak kecil banget masih abg piyik. Tapi emang Tubingnya udah pada jago-jago. Mereka ngajarin gimana caranya kalau pas akan ngelewatin batu-batu besar.

Seruuu! Pengen Tubing lagi di Sukabumi atau obsesi nyobain Body Rafting ๐Ÿ˜€

Tips yang harus dibawa:

  1. Sunblock
  2. Celana panjang (supaya gak lecet2 kena batu, tapi jangan jeans karena akn berat)
  3. Cari travel yang memperhatikan keamanan peserta (peralatan tubing)
  4. Sendal trekking (sendal gunung) -> abis pake sepatu berat, pake sendal jepit takut copot copot
  5. Kain bali/ pashmina –> buat disulap jadi kain serbaguna kalo bermalam di penginapan so-so

Biaya Tubing kala itu (diluar transport):

  1. Tubing : idr 75.000 (termasuk makan pagi)
  2. Caving: idr 75.000ย gak jadi :p
  3. Penginapan : idr 160.000 (muat untuk 5 orang)

Air sejernih Capucinohh -_-

Diseret-seret si Guide ๐Ÿ˜€

“mas nepi dulu gimana? capeee”

Istirahat dulu

Berjauh-jauhan + Deg-degan

Pengen lagi!!!

Advertisements
Categories: Adrenalin Junkie, Sukabumi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: