Lost In Translation

Mungkin ini juga terjadi pada teman-teman yang sudah pernah mengunjungi China atau Negara cina daratan lainnya. Yes, Bahasa Tarzan-nya yang terkenal. Jadi orang-orang di cina itu, jaraaang banget yang bisa bahasa inggris, not even hotel staff, kecuali hotel yang bintangnya banyak yaa.. nah sialnya, saya kan hotel-hotelan nginepnya, asal murah dan kamar mandi gak ada kecoa mah tancepp aja. Kejadian sama saya waktu mengunjungi Beijing beberapa waktu lalu. Jadi waktu itu saya memutuskan mengambil paket city tour, berhubung waktu sempit dan tujuan yang mau saya kunjungi banyak banget.

Suatu hari pada perjalanan ke Forbidden City, mba-mba tour leader kita seperti biasa, menceritakan sejarah di tiap-tiap sudut Forbidden city yang bersejarah. Itu yah, emang sih setiap tour leader pasti bisa bahasa inggris *yaiya doong, tp pusiiing deh denger pronunciation si mba, mana nyerocos panjang lebar, udah pake bahasa inggris teteuup aja puyeng. Sampai suatu puncaknya dia berkata “…. You can look at those wirs “ sambil nunjuk ke atas tembok dengan mulut bebusa. Saya bengong. Apakah yang dimaksud dengan wirs? Wiro sableng?

Setelah nanya dengan pinoy (turis asal philipine), dia bilang.. maksudnya kawat yang ada diatas tembok itu… ealaah. Wire dibaca wirs kayak lafal weird. 😀

Img_1776

Tour Guide, Oknum yang bilang ‘Wirs’

Tapi pun, kejadian-kejadian ini kalau diingat-ingat malah bikin ketawa-ketawa sendiri deh..

Contoh lagi, waktu saya sudah kelelahan dan lapar ketika hari pertama sampai di Beijing. Sampai Beijing sudah malam hari, karena saya ambil jalur kereta dari Tianjin. Waktu tempuh dari Tianjin kira-kira 30 menit naik kereta cepat (bullet train).

Img_1572

Bullet Train

Gak ada waktu lagi nyari restaurant halal, karena perut rasanya udah mau copot banget. Akhirnya saya dan teman-teman pilih restaurant yang terdekat dengan penginapan. Pilih yang ramai. 3 dari kami berlima memakan ibab, dua orang lagi (termasuk saya) adalah muslim. Restaurant penuh dengan penduduk lokal. Ah sudahlah, pilih mie atau nasi, no beef (karena toh gak tau yang dimasak daging apaan), tapi walaupun demikian, kalau ada menu ibab pun, maka makanan saya pun jadi harom.. mamaahhh!

Setelah melihat dan menatap menu dengan penuh nista (karena laper bok!), akhirnya kami memanggil si pelayan, mba-mba bermata sipit *yaiyala di cina kita pan..

Lalu.. mulailah adegan yang melelahkan lahir batin…

Me : I want to order.. *sambil megang menu

Mba-mba 1 : *senyum sambil bawa pulpen*

Tmn-1 : I want this *sambil nunjuk gambar di menu* (jadi si temen ni  mesen makanan semacam kwetiau)

*Si mba manggut sambil nyatet

Tmn-2 : I want this, no pork

Mba-mba 1 : *bengong*

Tmn-2 : NO PORK *ngemeng agak kenceng, sambil ngasih kode nyilangin tangan ala  anang hermansyah – Tapi tak begini*

Itu mba2 tetep bengong, sambil manggil majikannya, majikannya pun dateng, niat mau bantu, sambil senyum, gw pikir nih orang bisa bahasa inggris ya, krn pelayannya manggil mayday mayday

Tmn-1  : I want this, with rice, but NO PORK *kata temen tereak lagi*

Ini majikan senyum aja sambil manggut. Laah, manggut itu artinya apaa? Ngerti gak pake ibab? Apa “baiklah-saya-tambahin ibab”, ato gimanaa? Akhirnya semua tamu disitu tuh ngliatin kita karena sibuk, saya dan temen-temen saya ngulang-ngulang NO PORK NO PORK, NO PIG PIG NO NO NO PIG ampe bolot, itu pelayan-pelayan pada senyum aja.. hadehhh… kagak belajar bahasa inggris apa yak -_-

Tmn-3 : GROOK.. GROOK.. *tiba-tiba temen saya ngankat idungnya niruin suara babi, astagaaaaa streesssss.. sampe parodi babi gini,  mba-mba pelayannya gak ngerti dan anehnya saat itu pun gak ada satupun dari kita yang ketawa, saking konsennya mau menyampaikan pesan: we want to order with no pork, wahahahaha

Akhirnya karena udah laper berat, kita mutusin makan mie aja semuanya, dimana mie itu gak ada di menu, nah ini Pe-er banget juga deh mesen ke mbanya bilangnya gimana, udah cape parodi babi, akhirnya kita datengin customer sebelah yang lagi makan mie, kita tunjuk makanannya sambil nunjukin muka INI-LHO-MBA-KITA-MAU-MESEN-INI

Dan mba-mba itupun mengerti, manggut-manggut senyum dengan pipi bersemu merah. Dan kitapun garuk-garuk meja. Akhirnya makanan datang. Rasa hambar. Ya Allah.. map ya kalau ada ibab nya, biar gak ada dagingnya, mungkin kuahnya kuah ibab.. *mewek guling2 ke greatwall*

Seminggu pula di Beijing. Masa setiap mau makan harus perjuangan dulu kaya gini?

Tapi ya itulah.. lucuuukkk kalo diinget-inget. Sebagai pembuka welcome-to-the-jungle trip, pas kita sampai Tianjin, mau beli tiket ke Beijing, gak adaa satupun petunjuk yang memakai Bahasa Inggris.. jeng jeng jeng!!! Alhasil, kita intilin bule-bule aja yang pada mau ke Beijing..

 

Img_1576

English pleasee

Img_1571

Tetoooot!

Pernah juga di Hanoi – Vietnam, pas passport hilang, kita ngubek-ngubek Hanoi nyari kantor Polisi, naudzubillah banget cobaannya waktu itu.. gak ada satupun di jalan, yang bisa bantu kita, kasih informasi dimana kantor polisi, boro-boro ya sempet ngomong.. kita datengin satpam aja, baru ngomong pembukaan, pas itu satpam tau kita turis, karena kita nyerocos bahasa inggris, dia langsung geleng-geleng, sambil dadah-dadah (kode, kalau mereka gak ngerti). Akhirnya, ya, kita memakai body language, lebih tepatnya monkey-language.

Tips:

China dan Vietnam adalah Negara yang pernah saya kunjungi dimana orang-orangnya sulit berbahasa inggris. Kecuali Tour Guide atau pegawai hotel. Selain golongan ini, bahasa inggrisnya wasalam. Alias Only God Knows. Jadi tips saya adalah:

  • Sebelum mengunjungi Negara tersebut,catat semua alamat-alamat penting, missal embassy, kantor polisi, alamat hotel, kalau perlu di google translate ke bahasa local (Negara yang akan dikunjungi).
  • List semua tujuan yang akan dikunjungi (tpt wisata, belanja), sampai di hotel, minta petugas hotel menuliskan Tujuan-tujuan tersebut kedalam bahasa local. Atau jika memakai jasa Tour Guide, minta tolong mereka menuliskan dalam bahasa local, they will help you.
  • Banyak bertanya kepada milis/ teman yang pernah berkunjung,  referensi tempat makan yang halal.
  • Jika anda muslim, siapkan gambar Babi dicoret *hahaha serius, ini pasti berguna deh.. kemarin kita semua menyepelekan hal ini.

Anyway, it was fun being lost in translation. Iya, fun kalo udah lewat, kalo lagi ngalamin stress :p

Advertisements
Categories: China, Rambling thoughts | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: