Long Way to Reach Ho Chi Minh (via Siam Reap)

Hari kedua dari rangkaian perjalanan, saya habiskan sia-sia di perjalanan karena memang beginilah rutenya, berhubung  Cambodia sangan dekat dengan Vietnam, saya memutuskan untuk terbang ke Hanoi dari Ho Chi Minh saja.

Jadilah saya menempuh Siem reap – Phnom penh selama 6 jam dengan Bus AC dan dilanjutkan ke Ho Chi Minh. Awal rencana, saya mau mampir juga di Phonm penh, menjambangi temple yang terkenal dan biasa dikunjungi, tapi apa daya waktunya tidak cukuup.. sekali lagi harus ada yang dikorbanin untuk waktu yg sempit.

Saya naik bus yang kemarin saya booking dengan harga USD23/orang. Average Bus yang nyaman memang antara USD20- USD23. Ada juga kok yang lebih murah.. tapi ya gitu deh  hehe.. kaya bus kota di Jakarta, kalau saja kuat.. monggoo… ini yang bus AC aja mati gaya tidur dan gaya pas gak tidur, apalagi bukan bus AC, bisa mati suri.

 

90

Bus ke Ho Chi Minh

Lama waktu Siem rep – Ho Chi Minh = 12 jam , gepeng banget kan.. mati gaya.. dan pas di boarder gate Vietnam penumpang bakal disuruh turun (lama waktu 30 – 45 menit), untuk cek-cek passpor. Saya si gak ribet, paling yg foreign dipisahin, trus difoto (kaya web cam) di bagian Imigrasinya.. terus, jadi deh.. Biasanya Bus akan berenti untuk makan siang dan makan sore.. pas berenti makan siang yang suka kuliner bisa nyobain makanan-makanan

Makan Serangga

Aneh.. di pasar tempat bus kita berenti ada banyak yg jualan serangga goreng. Tadinya penasaran deh pengen nyoba.. abis pengen tau, rasa kaya kalajengking digoreng, semacam belalang dan serangga-serangga lain pada mejeng .. tapi mengurungkan niat deh, selama masi bisa makan nasi dan ayam-ayam halal, makan yang halal aja dulu hihi..

Diperbatasan Cambodia – Vietnam (Moc Bai Border Gate) ada banyak hotel-hotel kerlap kerlip yang menyediakan fasilitas casino, jadi kaya mini las vegas.. sayang gak sempet foto, karena busnya jalan teruus..

Oh iya, keluar dari kamboja gak dikenain biaya kok, tadinya sempet khawatir, krn menurut info akan kena pajak keluar US25, wah kalo emang iya, bisa bangkrut di Pajak ama Voa aja dong, bisa abis sejuta sendiri.. Tp gak tau ya, kalau via udara kena pajak atau enggak..

 

Moc Bai Border Gate

 

Sampe Ho Chi minh mepet banget, jam 20.15.. padahaaaal, pesawat saya ke Hanoi jam 20.45.. gila ya, makanya saya harap-harap cemas banget pas dari Phnom Penh, tapi terus inget kata salah satu informan backpacker kalau  bandara udara di Ho chi minh itu deket banget dari kota cuma 10 – 15 menit. Jadilah saya banyak-banyak doa waktu itu..

Turun dari bus, saya langsung cari taksi dan udah niat gak mau pake tawar-tawar.. semahal-mahalnya taksi, masih mahal tiket pesawat ke Hanoi, berapapun ongkos taksi saya hajaaaarrr… pas nyampe si tukang taksi langsung bilang “five dollar” , tanpa babibu saya bilang “no problem”, langsung si tukang taksi tereak “hueeeee…” sambil kegirangan angkat-angkat tangan sama temennya, tiba-tiba perasaan saya gak enak..

10 menit kemudian, bener ajaa udh sampe bandaraaaaaa.. pantesan dikasih lima dollar pada kegirangan, issshhh…. Buat yg lain, kasih aja dua dollar yaaa ;D *medit

Akhirnya dengan lari-lari kecil kaya lempar jumroh, saya buru-buru check in, kali ini pake Jet Star, and.. Hanoi.. Here I come!!!

Summary Info:

Bus: Angkor Express USD23/each

Taksi: Kota Ho Chi Minh – Bandara USD2

Pesawat hcmnh – hanoi: Jetstar US54 one way/each

Advertisements
Categories: Cambodia, Vietnam | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: