Tragedi Passpor Hilang di Hanoi

Hari terakhir saya di Hanoi, saya berencana untuk city tour, yang sudah dibayar di hari pertama saya sampai di Hanoi. Karena kehilangan passport, jadilah saya cancel city tour tersebut, mengingat mencari kantor polisi, Indonesia embassy dan buat passport pengganti mendadak lebih menarik pada saat itu dibandingkan ikut city tour. Karena, kalau tidak dapat paspor pengganti saat itu juga (dimana dijadwalkan harus terbang ke Singapore malam hari nya), saja tidak akan bisa pulang. Ya, jangankan pulang, terbang ke Singapore saja mungkin tidak akan bisa.

                                       

Dsc_0181

sepeda motornya heboh

Dan, disinilah awal petualangan saya di Hanoi. Dengan berbekal nol bahasa Vietnam, dan bahasa inggris lumayan (standar diri saya sendiri), berkeliling lah mencari Indonesia Embassy dengan berjalan kaki, alamat sudah ada di   kertas hasil dari mbah google. Saya memutuskan untuk berjalan kaki, dan nanya ke penduduk setempat dengan bahasa tubuh. Disini, meteran kesabaran saya masih normal. Tidak pernah rasanya saya ingin sekalii melihat bendera merah putih seperti pada saat itu. Dan disaat akhirnya saya menemukan Indonesia embassy, sungguuuhh muka saya sumringah seperti dapet bonus akhir tahun.. (walaupun ternyata si Merah Putih gak dikibarin)

 

Dsc_0177

kedubes Indonesia di Hanoi

Disitu, saya dibantu oleh Bpk. Budi, waktu itu beliau akan Bantu tetapi saya akan dibantu setelah dapet surat dari kepolisian setempat. Maka, terpaksalah keluar dari embassy untuk cari kantor polisi..

 

Nah, jadilah saya menyebut hanoi adalah hutan rimba, bagaimana tidak, hampir nangis rasanya nyari kantor polisi di Vietnam. Saya tanya “do you know where the police office?” . mereka menggeleng. Malah ya, jangankan menggeleng, jauh dari kita aba-aba mau tanya, mereka langsung nggeleng-geleng sambil tangannya dadah-dadah (maksudnya gak tau).. haduuh.. coba kalo di Indonesia, orang bule bilang ‘police’ ke tukang minta2, pasti pada tau kan yaaa??

Dsc_0157

kira-kira gambaran polisnyah..

 

Akhirnya, karena udh kecapean, saya memperpendek pertanyaan, dari “do you know where the police office?”, menjadi “police office?” lalu “police??POLIS?!!” sampai ke ‘peragaan tangan menembak’ saking udah gak tau harus dimana lagi..

Dan bener aja, akhirnya sampailah kita pada sebuah kantor polisi. Polisi disana sungguh gak ada serem2nya. Cenderung kurus banget, muka senyum dan manggut2.. sampe di kantor polisi pertama, saya ngomong dengan bahasa inggris, kalo mengenai keilangan passport (ya tentu saja dengan didukung meragain passport kelempar, beneran udah kaya orang setengah gila). Dan, yang bikin saya jadi gila, si polisi terus aja menjawab dengan bahas Vietnam dan menuliskan alamat di kertas. Saya yakin, bahwa maksudnya adalah, tempat ini bukan untuk kehilangan passport, dan saya harus menuju tempat yang dituliskan tersebut..

Dengan sikap optimis, mental lelah, dan pikiran setengah gila tersebut, saya mencari pos polisi kedua, bolak balik jalan kaki (dengan  pertimbangan menghemat uang), napas ngos-ngosan, city tour yang gagal ini, jadi kaya city tour beneran.. karena kita nemuin beberapa tempat yang tadinya mau kita kunjungin di city tour.. see, selalu ada sisi positif di setiap musibah :). Tapiii.. ternyata gak ketemu juga tu kantor polisi II,I don’t care a city tour, i.. waaannt.. police.. Office soon!! tapi malah alamat persis yang ada dikertas (tulisan si polisi tersebut) adalah toko baju, akhirnya balikah saya ke tempat polisi pertama..                                     

Trus, kita disambut dengan muka senyumnya.. dia sambil bilang ‘sorry..’ sambil senyum, terus nulisin lagi alamat baru. Ternyata SALAH NULIS ALAMAT!!!

Capee deeeeh… betis udah kemeng-kemeng rasanya >_< . dan lebih parahnya lagi, ternyata alamat baru tersebut, pas udah ketemu, adalah pos polisi yang nyempil, yang dari tadi udah kita lewatin beberapa kali, tapi tak nampak spt kantor polisi, karena jualan buah-buahanan!!! Oh Vietnam….

 

Dscn2237

 Penampakan Kantor Polisi

Dscn2240

Kantor polisi yang jual buah-buahan

Setelah sampai buru-buru isi form, dan balik ke embassy, saya sampai hapal alamat embassy tanpa liat kertas lagi, dan untuk dua hari ke depan, saya masih tertahan di Hanoi, karena di tolak maskapai Tiger dengan passport sementara tersebut.. (yang harusnya kita tetep bisa terbang ke Singapore)

 

Karena extend dengan tidak sengaja, saya sedikit hapal kota Hanoi yang kecil .. karena berkali-kali bolak balik jalan kaki. Akhrinya kita city tour sendiri by Taxi (yang kalo sial, dpt taxi yang argo kuda). Akhirnya hari ke-6 bisa terbang juga ke Singapore..

Dan di Singapore, yang aturan saya have fun (karena dapat jatah seharian di Singapore sblm balik ke Jakarta dgn flight malam), ini sudah kehabisan tenaga banget.. jadi jalan-jalan seadanya aja hehe

 

Aaaah, entah mengapaa liburan kali ini, walaupun sangat-sangat berkesan tapi ingin sekali tiba dengan cepat di Bandara Soekarno Hatta! Indonesiaa.. I’m Coming!!

 

Summary Info:

 

Hostel: Democracy hostel (around USD18)

Hanoi City Tour: USD21/person

Trave tour recommended: http://www.sinhcafevn.com/

Taxi Recommended: Than Binh Taxi (yang lainnya, hati-hati argo singa banget)

 

 

Over all, I’m planning to visit vietnam again, maybe for Sapa or Mui Ne ;).

 

Yg butuh info lbh lanjut bisa japri saya ya.

Advertisements
Categories: Vietnam | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: