Monthly Archives: December 2011

Situgunung – Curug Sawer

Akan ada suatu masa, dimana kalian stresss berat, butuh liburan tapi dompet cekak , tapi kalo gak liburan, seteeeressss berkepanjangan, tapi kalo liburan gak ada uang, gimana dong?

Saya pernah (banget) kaya gitu :p, akhirnya memutar otak cari liburan yang murah meriah tapi teteep, bisa bikin kita seger. Salah satunya adalah liburan domestik yang gak butuh tiket pesawat. Misal wilayah Jadebotabek, atau kalau mau ke pantai, bisa pilih Kepulauan Seribu sebagai alternatif.

Waktu itu, saya pilih ke Situgunung di Sukabumi. Sebuah Situ/ Danau yang katanya bagus buat foto-foto Landscape. Bagi yang suka motret, monggo didatengin loh.. katanya ROL nya bagus. Selain ada danau, terdapat juga beberapa air terjun disitu, yaitu Curug Sawer dan Curug Cibeureum. Kedua air terjun tersebut terletak di Konservasi Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Cara mencapai Situgunung:

Apabila menggunakan mobil pribadi, terletak di kawasan Kudadampit. Letaknya tidak begitu jauh dari Arteri, jalan raya Sukabumi.

Apabila naik kendaraan umum, dari arah Jakarta, naik bus Jakarta-Sukabumi, turun di cisaat (lampu merah, pertigaan), kemudian ambil jalan yang ke arah kiri, jalan sampai pertigaan tempat angkot ngetem yang ke arah Situ Gunung. Tiket masuk juga sangat murah, tidak lebih dari 10.000 rupiah (thn 2009).

Penginapan:

Untuk penginapan juga tidak perlu khawatir, karena ternyata di dalam kawasan Situgunung terdapat penginapan yang dikelola oleh Perhutani, bisa booking dulu sebelumnya dengan Bpk. Ajat (0856.595.70278), yang mengelola wisma tersebut. Tarif wisma tersebut beragam, ada yang 300.000/mlm s/d 450.000/mlm. Waktu kesana wisma yang ada di Situgunung sedang dalam tahap renovasi, tetapi pilihan menginap di luar kawasan ini juga banyak kok, dan harga cukup murah misalnya hanya 270.000/mlm di Pondok Saung Geulis, kamar besar dan muat 3-4 orang, jadi kalau patungan rame-rame, tambah murah banget kan?. Atau kalau suka camping, bisa kok tidur di tenda di tempat yang sudah disediakan, bisa bawa sendiri atau sewa disana.

 

Dsc_0255

Saung Geulis

Waktu itu saya berangkat jam 01.00 malam, dengan perkiraan akan sampai di Sukabumi pukul 04.00 dan niat banget mau lihat ROL di Situgunung. Setelah sampai di pintu masuk Situ, dan membayar uang masuk, ternyata mobil diperbolehkan masuk hingga ke depan Situ. Oh iya, jangan takut kalau bawa kamera segede-gede bagong, gak akan ada tuh biaya tambahan atau sogokan kaya kalau kita motret di Kebun Raya Bogor or Cibodas. Jadi buat yang mau motret landscape, aman sentosa banget deh motret di Situgunung.Bayar di pintu masuknya cukup ribuan rupiah saja kok. 

Karena mobil diperbolehkan masuk hingga kedepan Situ, jadi kenapa juga harus susah-susah jalan kaki? *manja :p , daan,, ternyata, jalannya jelek edaaan.. batu-batu gitu, dan beberapa kali melewati tikungan tajam, uhuk.. jadi merasa bersalah karena yang nyupir ini bukan saya, mobil juga bukan mobil saya tapi mobil si pacar, maap yaa maap yaa maap yaa *100x

Sampai di Situ. niat lihat ROL tinggalah kenangan, apadaya, pagi hari hujan rintik-rintik dan kabut sangat tebal sekali, matahari juga gak keliatan batang sinarnya, jadi selamat tinggal ROL 🙂 (lagian bukan saya juga yang motret :p).

Dsc_0012

ga ada ROL

Pagi hari di Situ saat itu memang sepii sunyi banget, kayanya waktu itu pengunjungnya baru saya aja deh, hanya terlihat beberapa motor dan seorang bapak-bapak di tengah-tengah Situ menaikki sampan. Ini ciamik banget deh buat difoto 🙂 .

Situ4
Dsc_0142

lovely yes?

Walaupun indah dan damai rasanya, Situ bagi saya hanyalah Situ ajaa. Gak ada apa-apanya gitu.. saya bukan tipe orang yang seneng diem-diem aja kalo jalan-jalan.. boseeen. Gak bisa kecipak-kecipuk juga kan di Situ, akhirnya saya memutuskan besok hari, sehabis menunggu ROL *lagi* , saya akan mengunjungi salah satu Curug nya deh. 

Keesokan hari, setelah mengunjungi Situ lagi, saya memilih pergi ke Curug Cimanaracun. Selain Cimanaracun ini, ada banyak banyak curug di Situ, tapi saya pilih yang paling dekat. Saya memutuskan naik ojek, karena tidak bisa dilalui dengan mobil. Inilah pengalaman saya paling cihuy.. gimana enggak, naik ojek di jalan setapak yang curam, sebelah kanan kita jurang-jurang gitu.. ditambah lebay, karena abis ujan dan jalan setapak tersebut adalah: tanah. Jeng jeng! yang mana, lebar jalan setapak tersebut paling cuma 60cm – 90cm. Tapi tampaknya si abang ojek sudah sangat lihai, karena si abang tau saya ketakutan sangat, dia komen gini “Tenang aja neng, selama ini sih belum pernah ada yang jatoh ke jurang..” , eaah T_T , gimana kalo saya jadi tumbal pertama? alhasil, segala komat-kamit sepanjang perjalanan.. terus mendadak mules pas tau, jalan pulang nanti ya lewat sini lagii.. oh!

Dsc_0529edit

jembatan dekat curug

Sampai di Curug, musti jalan lagi deh ke curugnya.. disini faktor U sangat menentukan apakah nafas akan ngos-ngosan atau enggak :p . Tapi yah, worth it to climb 🙂 . Saya bukan tipe cewek curug sih (baca: biasa aja sama wisata air terjun), jadi buat saya, air terjun ya semua tampak sama 😀 . Enaknya, di Curug Cimanaracun ini gak terlalu ramai. Jadi kemungkinan air tersebut tercemar pipis berjamaah para pengunjung sangat kecil. ^ ^

Dsc_0397

Cimanaracun

Fyi, disana tempat mandi/ ganti baju kotor (as usual ya, standar pariwisata daerah). Pakailah sendal yang nyaman, seperti sendal gunung.

Sekian sharing wisata murahnya. Happy holiday!

Advertisements
Categories: Sukabumi | Tags: | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.