Monthly Archives: March 2012

Ndeso Berencana..

Biasanya, saya ini kalau mau kemana-mana super duper ribet. Dari hobby merancang itinerary di excel sampai ribet untuk wardrobe :p. Di itinerary file excel isinya lengkap sama keterangan harga, situasi tempat, cara mencapai kesana sampai petunjuk-petunjuk lain saya jadiin gado-gado di excel tersebut. Ribet maksimal adalah ketika lama waktu berpergian cuma sebentar tapi tempat yang mau dikunjungi banyaakk! Sebagai fakir cuti tahunan, derita banget deh harus eliminasi destinasi ini, itu apalagi kalau destinasi tersebut tempatnya cihuy!

Dan, ini lagi kejadian sekarang.. So, Bali sudah di depan mata, tinggal hitungan hari, tapi masih belum tau mau kemana-mana aja. Cuma dapet cuti di hari Jumat, jadi cuma tiga hari dua malam aja doong.. sementara banyak yang mau dikunjungin. Pada udah sering ke Bali ya? yah saya sih emang ndeso, ini baru yang ketiga kali.. #eaaaa *jororgin diri sendiri , makanya belibet deh, harus eliminasi yang mana dooooong?

Pengen ke Pantai Amed. Karena daerahnya masih sepi, pun favorit para bule konon katanya. Tapi ya, kalau terlalu sepi, sepertinya kurang begitu cocok sama saya :p, pengalaman nginep di Gili Nanggu yang private island, nyamuk lewat sampe kedengeran.. tak ada hingar bingar sedikit pun -_- . I think, i’m going to skip Amed, karena kata temen perjalanan 3 jam aja sodara-sodara, duh! itu bisa satu hari dapet Amed doang yak? Next!

Pengen ke Pantai Geger. kalau ini, liat di itinerary temen siih.. lucu juga kayanya, trus suka liat forografer ada prewed disana naik unta, ya Gusti .. langsung kesambet arwah unta, dan pengen banget naik unta di bibir pantai! silahkan diketawain deeeh.. tapi pengen hahahaha #ndesopollll udah googling harganya 230rb, apa sekalian prewed, ealaahh.. dilamar aja dulu kali kakaknyaaaa *curcol part 10. Jadi, naik/gak naik unta, Pantai Geger, noted.

Pas ngebayangin naik unta di bibir Pantai Geger, jadi inget, bahwasannya saya punya rencana dan niat bulat untuk paralayang di Bali… haduh! lagi-lagi harus milih, mau paralayangan or camel safari? kalau masalah priceless, jelaaaasss paralayang. Waktu di puncak aja, cuma 10 menit, kayanya ikhlas haqqulyakin bayar 350 buat paralayang, apalagi di Bali yang katanya bisa terbang setengah jam karena anginnya spektaaa! Kalau naik unta mah, kaliii sama aja kaya naik odong-odong versi raksasa ya? #ditabokproviderunta . Olrait, saya putuskan, Plan A: Paralayang, kalau angin gak bagus baru lari ke pelukan unta.

Terus, pengen ke Museum Antonio Blanco, ini sih sekedar penasaran aja, karena mas kokoh sering kesana, saya juga boleh dong minta foto narsis di museum itu, dicatet yaaa, Museum Antonio Blanco, noted!

Pengen juga ke Pantai Nyang-Nyang yang letaknya gak jauh dari pura uluwatu, konon si Pantai masih perawan dan penasaran sama ceritanya, kenapose dinamain Nyang-Nyang? Nyang cantik-cantik aja kali yang boleh dateng 😛 *ditabok pembaca . Katanya sih, belum banyak juga wisatawan disana, mengunjungi tempat yang bukan aliran mainstream selalu menjadi kebanggaan tersendiri yes? Nyang-Nyang cantik dan ganteng, Noted!

Laluu, berencana mampir ke Green Bowl Beach. Ini murni karena liat foto-foto temen, letaknya gak jauh dari GWK, atas seijin Allah dan mamah dedeh, mudah-mudahan bisa mampir ke sinih 🙂

Itu aja siih planning ribetnya :p , terselip juga rencana mampir ke Karma Kandara. Oh, biasanya sih, dari planning yang sudah dibuat, adaa aja yang gak kesampean. Seperti biasa, it’s not the destination but the journey, right?

eh, liburan singkat kali ini, saya gak bikin table itin loh, tumben marumben deh pokoknya.. mau coba cowboy ala go show ah (padahal ini udah gemes banget mau merangkai itin)

Doakan semoga ndeso ini berhasil mencapai semua tujuannya, amin.

Advertisements
Categories: Rambling thoughts | Tags: | Leave a comment

Seni Berbelanja di China

Belanja Pake Urat + Otak

Ya jelaas, harus pakai urat, karena di cina ini harus berani nawar sampai mati. Harus berani nawar sampai urat bener-bener mau keluar dari kulit. Harus berani jadi hati baja saat dimaki-maki si penjual. Hehe dan ya harus pakai otak, karena mayoritas penjual di cina, lebih licik dari penjual dimanapun. Bahkan, sampai orang Beijing nya pun berkata demikian.

Beragam giok

Pusat perberlanjaan yang paling terkenal di Beijing dan menjadi icon adalah Wangfujing. Jadi sepanjang jalan terdapat toko-toko dari yang mahaal sampai setengah mahal. Saya Cuma masuk ke mall nya aja sih, itu aja cuma menghangatkan badan, karena kalau malam dingin bangettt.

Wangfujing Street

Night Market at Wangfujing. Rame!

 

Toko-toko mahal tersebut, semua hampir ada di Indonesia juga, jadi yah.. males aja kan (pdhal emang gak mampu beli, jadi ya ngapain juga ngeliat-liat, sakit hati). Tapi yang paling terkenal di Wangfujing ini ya pusat pasar malam tempat jualan accessories murah-murah. Sampai-sampai penjual yang jual di apsar tersebut, kalau ngeliat orang melayu udah jago teriak “mulaah mulaah.. mulah mulaaah..” mereka bisa juga melafalkan “sepuluh yuan” “dua puluh yuan” .. selain jual-jual accessories, dan pernak pernik aneh-aneh, mereka jual jua berbagai jenis makanan serangga yang masih hidup dan belum dimasak.

Yang ditusuk itu sejenis serangga, kaya Kelabang. hiiih!

Oh no, seperti di Cambodia, saya belum ada nyali untuk mencoba, ngeliat kelabang ditusuk-tusuk kakinya masih goyang-goyang, tapi udah jadi sate, sukses bikin meriding, apalagi dimakan? Meskipun gak semua murah, Wangfujing ini tetap jadi icon pusat perberlanjaan di Beijing. Memang kalau malam, suasana kota Beijing dapet banget disini, ditambah ngeliat ncik ncik sipit modis modis bersepatu boots 🙂

Ncik and her Boots

Saya dan teman-teman sengaja, memakai satu hari untuk belanja di pasar murah. Jadilah, hari ini Yong An Li menjadi tujuan pertama di Hari Belanja. Saya memilih ke YongAnLi karena dapat referensi dari kaskus yang membahas khusus tentang cina, kabarnya boots disini bisa didapat dengan harga 60yuan aja atau sekitar 90ribu!! Whaaatttt???!!! Dengan syarat ya itu, berani nawar tanpa malu, dan rela di caci maki.

Baiklah, di caci maki? Siapa takut. For the sake of Boots. Sampai di Yonganli, haduuh.. rasanya pengen meluk-meluk coat coat buatan cina itu, ya gak mampu beli buatan eropa, buatan cina pun jadi. Atau baju-baju yang biasanya saya jualin online, sekarang mereka ada di depan mata dengan harga mureeee bener! Ya koper. Ya dompet. Ya accessories. Ya tas. Ya baju. Ya mirip ambas tapi dengan harga yang lebih murah dan barang yang lebih beragam.

Sayang beribu sayang, saya harus konsisten ya, niat beli boots jangan pulang-pulang bawa jinjingan coat, bisa ngambek si dompet. Segala macem barang-barang kw LV dll, mejeng dengan cantiknya. Untung deh, saya gak suka barang kw, lebih suka yang biasa-biasa aja malah, jadi gak usah ribet milih-milih jejeran barang-barang kw itu #denial

Saya sempet nawar tas. Dari harga yang mereka kasih 800yuan, saya berhasil dapet 100yuan aja. Di toko ketiga. Di toko pertama cacian yang saya dapat “what? You are killing me lady!” . akhirnya saya tinggal. Lalu mereka manggil-manggil “hey lady, come back, I’ll give you the best price! Come back lady, come back!” saya tetap mlengos dong. Di toko kedua, tas yang sama, saya nawar 80 yuan. Marah dong mereka, mereka bilang” no. there’s no price like that in my store la.. you are crazy!, I’ll give you 200”. Oke saya pun jalan. Eh dia teriak aja loh “hey you, come back! 120 okay? 120 okay?” masih tereak-tereak dan SAMBIL NARIK NARIK TANGAN SAYA, karena saya jalan terus akhirnya.. “you, stupid!!” ihhh bodo amat gw stupid, gak bakal ketemu dia lagi besok koq.
Akhirnya di toko ketiga, saya dapat harga 100yuan. Udah cape nawar deh. Mungkin kalo masih rela dimakai-maki, saya bisa dapet 80yuan. Gpp deh amal. Huhuhuhuh..

Oh iya, buat para wanita, selamat mati suri ya disini. Dilantai 5 atau enam, satu lantai accessories semua. Daaang!!! Sayang amat gak di foto.. itu accessories rasanya pengen saya culik semua masuk k etas T_T . Saking bingungnya, saya cuma dapet satu anting aja harga 5 yuan. Bingung apa lagi yang mau dibeli. Semua murah. Semua lucu. Semua .. semua.. mau saya bawa pulang.

Diantara belanjaan dan nyari wifi 😉

Lalu Xidan. Xidan sama seperti Yonganli, pusat perbelanjaan murah. Disini saya dapat boots 80yuan aja *loncat-loncat*. Meski tidak berharap banyak kualitas dari made in china. Yah tapi, agak sedikit bangga, di ambas mungkin boots made in china sekalipun bisa dihargain 350rban hehe.

Untuk Xidan dan yonganli, bisa di capai dengan subway kok. Meski kalau jam-jam tertentu, subway penuh banget, tetapi masih cukup convenient buat saya dari segi harga pun murah, 2 yuan saja kemana-mana. Setidaknya menghemat waktu dijalan dan menyelamatkan percobaan penipuan liciknya orang-orang cina 😛 . Licik yang kaya gimana?

Liciknyaaaa….!

Percobaan penipuan no.1

Jadi ketika saya di Xidan, saya nawar-nawar boots dong. Berbekal ilmu dan informasi yang saya dapat dari kaskus, bahwasannya boots itu jangan mau lebih dari 80yuan. Sumber ini sangat terpercaya, karena si sista yang memberikan informasi tersebut sering bolak balik ke Beijing karena kuliah di sana. Setelah konsen kesana kemari layaknya anak ayam tersesat di pertanian padi dan jagung, saya sampai pada toko terakhir yang menjual boots yang cocok dengan kemauan saya. Oh ya, harga saat itu sudah deal di 80yuan, dari harga asli 450yuan. Setelah dicoba dan tampak ciamik di kaca, saya minta nomor 38 karena nomor 36 ini sungguh kekecilan di kaki saya yang mbleber kaya titanic ini bentuknya. 

Dengan bahasa tubuh si penjual sambil memegang kalukator, saya peragakan dengan tangan angka tiga dan delapan, lalu menunjuk si boots. Saya ulangi lagi. Tampaknya dia mengerti bahasa monyet saya ya. Supaya lebih yakin, saya ambil kalkulator sang penjual, saya ketik 38.
Kemudian, dia diam sejenak. Seperti mikir-mikir ayam gitu. Lalu, manggut-manggut ke saya dan tersenyum. Secepat kilat mengambil boots saya, dan dia berlalu ke toko lain (mungkin maksudnya nanya, ke toko lain, apakah ada model seperti ini tapi nomor 38).

Detik dan menit demi menit pun berlalu, saya pun gelisah menunggu boots layaknya menunggu dilamar orang *eh , lalu datanglah si penjual dan bawa boots saya. Saya coba dong, lho kok masih kekecilan kaya yang tadi? Lalu saya copot dan saya liat alas kakinya, you know what? Ternyata nomor 36 yang terukir di alas kaki, di kerok aja gitu sama dia (masih berbekas dikerok). Sehingga ilang tulisan nomor 36 dan diganti ama dia pakai sticker nomor 38!!!
Ealaahhhhh … licik beneeerr. Niat bener ya, sampe ngerok-ngerok tulisanya, pantesan ditungguin lama, ternyata ngerok gituan. Cihh! ih ngerok saya aja kaak, masup angiin.. *dongkol

Percobaan penipuan no.2

Muka sebelum kena tipu

Percobaan penipuan kedua adalah ketika memilih naik bajaj. Atau apalah ini namanya di China. Ketika menawar mereka sepakat untuk dibayar 30yuan (satu bajaj) dari tempat kami menginap sampai pusat perbelanjaan. Karena kita berlima (satu bajaj hanya muat dua org), dia tlp lah temennya. Dateng lagi satu (yang tentunya juga sepakat dengan harga tersebut), sebelum jalan mereka ngomong dulu satu sama lain, cang cing cong syang syeng syong .. abs itu jalan deh kita.

Bajaj peniphuuuwww

Ketika sampai pusat perbelanjaan, dan kita bayar 30 yuan, si supir marah-marah, dengan bahasa monyet dan body language seadanya, dia bilang bukan satu bajaj 30yuan, tapi satu orang 30yuan *sambil nunjuk-nunjuk kita satu persatu*. Whaatt??? Dezigg!! Kita bales dong make bahasa inggris, ikut maki-maki juga, dia bales maki-maki make bahasa monyet dan bahasa tubuh. Ya sampe kiamat juga, jaka sembung naik ojek T_T.

Dan lucunya, kita sampe dikunciin di bajaj (dan bajaj yang satunya juga), ga boleh turun, sampe kita bayar 30yuan per orang hahahaha.. ya kita turutin lah gak turun gpp, yang penting tetep bayar 30yuan satu bajaj #pelancongkere. Karena habis waktu berdebat, akhirnya mereka mengalah dan berlalu sambil ngomel-ngomel make bahasa monyet.. *joget-joget bangga*

jadi, yang mau mengunjungi Beijing, waspadalah! waspadalah! *bang napi
Categories: China | Tags: | Leave a comment

Me Likey : Long Qing Xia!

Nah, kalau dari kemarin-kemarin saya mengunjungi situs situs bersejarah, kali ini saya berkunjung ke Long Qing Xia. Sejarahnya apa? Gak ada. Hihihih
Lha terus kenapa dong pengen kesini? Gara-gara liat di foto temen, pemandangannya bagus, kaya Little Guilin.
Walaupun jauh, nekat deh minta sama tour kesini, karena jarang ada turis yang mau kesini, jadi pas ke Long Qing Xia, kita dapet private tour. Horeee.. bebas ngorok di van.

 
Pemandangan menuju Long Qing Xia

Pas di Van, si Tour Guide named Lily nanya, ‘kenapa kalian mau ke Long Qing Xia? Jarang sekali ada turis mau kesini, biasanya turis-turis dari negara barat, itupun mereka semingguan disini, jarang ada yang satu hari., di long qing xia kebanyakan turis local. Dudududu… ini pertanda tempatnya bagus apa engga ya sebenernya? Kalau bagus, kenapa jarang wisatawan kesini? Akhirnya saat itu ya pasrah aja deh, udah terlanjur di tengah jalan.

Sebelum menjelajah, pose di depan Gate

Sejukkk

 

Akhirnya sampe juga di Long Qing Xia. Subhanallah! Baguus niaaaaaaaaaaannn. Ditambah lagi karena lagi mau memasuki musim panas, jadi sepanjang jalan saya disuguhi pemandangan pohon peach yang sedang berbunga dan bunganya miiriip sekali dengan bunga sakura. Ya boleh lah, belum sampe jepang, udah dapet foto-foto sama bunga sakura kw 5 😀 tempat ini hanya berbukit-bukit gitu, tapi bagus banget.. disini juga terdapat escalator terpanjang kabarnya. (ga tau di dunia, ga tau di asia aja ya hehe).

Escalator panjang buat naik ke bukit

norce, ih! ;D

Dan emang bener sih, panjang banget. Gunanya escalator ini untuk naik ke bukit, dan anehnya pas kita sudah sampai di atas, ada danau gitu (ini danau atau apa ya sebutan yang paling pas). Danau yang diselingi bukit-bukit, mirip seperti Halong Bay (tapi bebatuan tentu saja tidak sebanyak di Halong Bay).

Keliling danau

Bisa juga naik Cable Car

Masih jadi es

My fav Pic so far.. 🙂

The ray of light

Kita sempet sih, naik perahu, mengelilingi danau tersebut. Karena beberapa jalan di danau yang kita lewati dengan perahu, masih banyak yang jadi es, jadi rute perjalanan dengan perahu tidak sejauh rute yang seharusnya. Oh ya, sebelumnya, kita ditawarkan naik cable car. Sayaaang banget, kita milih naik perahu, mungkin kalau cable car, lebih dapet gambar dari atas yang bagus. Tapi gapapa, by boat juga worth it kok. Kalau saja lagi summer, pengen nyobain bungee jumping disini!! *sok bernai cuuy!

Bungee jumping, anyone?

kedinginan

teteuup narsis

Dari danau tersebut, kita gak turun ke tempat semula dengan escalator, tetapi dengan menuruni Gua. Oh ya, sebelumnya kita sempet foto-foto pakai baju kaisar cina gitu. Murah sih, Cuma beberapa yuan aja 😀

Ni hao maaaaaaa

 

Categories: China | Tags: | 2 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.