Seni Berbelanja di China

Belanja Pake Urat + Otak

Ya jelaas, harus pakai urat, karena di cina ini harus berani nawar sampai mati. Harus berani nawar sampai urat bener-bener mau keluar dari kulit. Harus berani jadi hati baja saat dimaki-maki si penjual. Hehe dan ya harus pakai otak, karena mayoritas penjual di cina, lebih licik dari penjual dimanapun. Bahkan, sampai orang Beijing nya pun berkata demikian.

Beragam giok

Pusat perberlanjaan yang paling terkenal di Beijing dan menjadi icon adalah Wangfujing. Jadi sepanjang jalan terdapat toko-toko dari yang mahaal sampai setengah mahal. Saya Cuma masuk ke mall nya aja sih, itu aja cuma menghangatkan badan, karena kalau malam dingin bangettt.

Wangfujing Street

Night Market at Wangfujing. Rame!

 

Toko-toko mahal tersebut, semua hampir ada di Indonesia juga, jadi yah.. males aja kan (pdhal emang gak mampu beli, jadi ya ngapain juga ngeliat-liat, sakit hati). Tapi yang paling terkenal di Wangfujing ini ya pusat pasar malam tempat jualan accessories murah-murah. Sampai-sampai penjual yang jual di apsar tersebut, kalau ngeliat orang melayu udah jago teriak “mulaah mulaah.. mulah mulaaah..” mereka bisa juga melafalkan “sepuluh yuan” “dua puluh yuan” .. selain jual-jual accessories, dan pernak pernik aneh-aneh, mereka jual jua berbagai jenis makanan serangga yang masih hidup dan belum dimasak.

Yang ditusuk itu sejenis serangga, kaya Kelabang. hiiih!

Oh no, seperti di Cambodia, saya belum ada nyali untuk mencoba, ngeliat kelabang ditusuk-tusuk kakinya masih goyang-goyang, tapi udah jadi sate, sukses bikin meriding, apalagi dimakan? Meskipun gak semua murah, Wangfujing ini tetap jadi icon pusat perberlanjaan di Beijing. Memang kalau malam, suasana kota Beijing dapet banget disini, ditambah ngeliat ncik ncik sipit modis modis bersepatu boots 🙂

Ncik and her Boots

Saya dan teman-teman sengaja, memakai satu hari untuk belanja di pasar murah. Jadilah, hari ini Yong An Li menjadi tujuan pertama di Hari Belanja. Saya memilih ke YongAnLi karena dapat referensi dari kaskus yang membahas khusus tentang cina, kabarnya boots disini bisa didapat dengan harga 60yuan aja atau sekitar 90ribu!! Whaaatttt???!!! Dengan syarat ya itu, berani nawar tanpa malu, dan rela di caci maki.

Baiklah, di caci maki? Siapa takut. For the sake of Boots. Sampai di Yonganli, haduuh.. rasanya pengen meluk-meluk coat coat buatan cina itu, ya gak mampu beli buatan eropa, buatan cina pun jadi. Atau baju-baju yang biasanya saya jualin online, sekarang mereka ada di depan mata dengan harga mureeee bener! Ya koper. Ya dompet. Ya accessories. Ya tas. Ya baju. Ya mirip ambas tapi dengan harga yang lebih murah dan barang yang lebih beragam.

Sayang beribu sayang, saya harus konsisten ya, niat beli boots jangan pulang-pulang bawa jinjingan coat, bisa ngambek si dompet. Segala macem barang-barang kw LV dll, mejeng dengan cantiknya. Untung deh, saya gak suka barang kw, lebih suka yang biasa-biasa aja malah, jadi gak usah ribet milih-milih jejeran barang-barang kw itu #denial

Saya sempet nawar tas. Dari harga yang mereka kasih 800yuan, saya berhasil dapet 100yuan aja. Di toko ketiga. Di toko pertama cacian yang saya dapat “what? You are killing me lady!” . akhirnya saya tinggal. Lalu mereka manggil-manggil “hey lady, come back, I’ll give you the best price! Come back lady, come back!” saya tetap mlengos dong. Di toko kedua, tas yang sama, saya nawar 80 yuan. Marah dong mereka, mereka bilang” no. there’s no price like that in my store la.. you are crazy!, I’ll give you 200”. Oke saya pun jalan. Eh dia teriak aja loh “hey you, come back! 120 okay? 120 okay?” masih tereak-tereak dan SAMBIL NARIK NARIK TANGAN SAYA, karena saya jalan terus akhirnya.. “you, stupid!!” ihhh bodo amat gw stupid, gak bakal ketemu dia lagi besok koq.
Akhirnya di toko ketiga, saya dapat harga 100yuan. Udah cape nawar deh. Mungkin kalo masih rela dimakai-maki, saya bisa dapet 80yuan. Gpp deh amal. Huhuhuhuh..

Oh iya, buat para wanita, selamat mati suri ya disini. Dilantai 5 atau enam, satu lantai accessories semua. Daaang!!! Sayang amat gak di foto.. itu accessories rasanya pengen saya culik semua masuk k etas T_T . Saking bingungnya, saya cuma dapet satu anting aja harga 5 yuan. Bingung apa lagi yang mau dibeli. Semua murah. Semua lucu. Semua .. semua.. mau saya bawa pulang.

Diantara belanjaan dan nyari wifi 😉

Lalu Xidan. Xidan sama seperti Yonganli, pusat perbelanjaan murah. Disini saya dapat boots 80yuan aja *loncat-loncat*. Meski tidak berharap banyak kualitas dari made in china. Yah tapi, agak sedikit bangga, di ambas mungkin boots made in china sekalipun bisa dihargain 350rban hehe.

Untuk Xidan dan yonganli, bisa di capai dengan subway kok. Meski kalau jam-jam tertentu, subway penuh banget, tetapi masih cukup convenient buat saya dari segi harga pun murah, 2 yuan saja kemana-mana. Setidaknya menghemat waktu dijalan dan menyelamatkan percobaan penipuan liciknya orang-orang cina 😛 . Licik yang kaya gimana?

Liciknyaaaa….!

Percobaan penipuan no.1

Jadi ketika saya di Xidan, saya nawar-nawar boots dong. Berbekal ilmu dan informasi yang saya dapat dari kaskus, bahwasannya boots itu jangan mau lebih dari 80yuan. Sumber ini sangat terpercaya, karena si sista yang memberikan informasi tersebut sering bolak balik ke Beijing karena kuliah di sana. Setelah konsen kesana kemari layaknya anak ayam tersesat di pertanian padi dan jagung, saya sampai pada toko terakhir yang menjual boots yang cocok dengan kemauan saya. Oh ya, harga saat itu sudah deal di 80yuan, dari harga asli 450yuan. Setelah dicoba dan tampak ciamik di kaca, saya minta nomor 38 karena nomor 36 ini sungguh kekecilan di kaki saya yang mbleber kaya titanic ini bentuknya. 

Dengan bahasa tubuh si penjual sambil memegang kalukator, saya peragakan dengan tangan angka tiga dan delapan, lalu menunjuk si boots. Saya ulangi lagi. Tampaknya dia mengerti bahasa monyet saya ya. Supaya lebih yakin, saya ambil kalkulator sang penjual, saya ketik 38.
Kemudian, dia diam sejenak. Seperti mikir-mikir ayam gitu. Lalu, manggut-manggut ke saya dan tersenyum. Secepat kilat mengambil boots saya, dan dia berlalu ke toko lain (mungkin maksudnya nanya, ke toko lain, apakah ada model seperti ini tapi nomor 38).

Detik dan menit demi menit pun berlalu, saya pun gelisah menunggu boots layaknya menunggu dilamar orang *eh , lalu datanglah si penjual dan bawa boots saya. Saya coba dong, lho kok masih kekecilan kaya yang tadi? Lalu saya copot dan saya liat alas kakinya, you know what? Ternyata nomor 36 yang terukir di alas kaki, di kerok aja gitu sama dia (masih berbekas dikerok). Sehingga ilang tulisan nomor 36 dan diganti ama dia pakai sticker nomor 38!!!
Ealaahhhhh … licik beneeerr. Niat bener ya, sampe ngerok-ngerok tulisanya, pantesan ditungguin lama, ternyata ngerok gituan. Cihh! ih ngerok saya aja kaak, masup angiin.. *dongkol

Percobaan penipuan no.2

Muka sebelum kena tipu

Percobaan penipuan kedua adalah ketika memilih naik bajaj. Atau apalah ini namanya di China. Ketika menawar mereka sepakat untuk dibayar 30yuan (satu bajaj) dari tempat kami menginap sampai pusat perbelanjaan. Karena kita berlima (satu bajaj hanya muat dua org), dia tlp lah temennya. Dateng lagi satu (yang tentunya juga sepakat dengan harga tersebut), sebelum jalan mereka ngomong dulu satu sama lain, cang cing cong syang syeng syong .. abs itu jalan deh kita.

Bajaj peniphuuuwww

Ketika sampai pusat perbelanjaan, dan kita bayar 30 yuan, si supir marah-marah, dengan bahasa monyet dan body language seadanya, dia bilang bukan satu bajaj 30yuan, tapi satu orang 30yuan *sambil nunjuk-nunjuk kita satu persatu*. Whaatt??? Dezigg!! Kita bales dong make bahasa inggris, ikut maki-maki juga, dia bales maki-maki make bahasa monyet dan bahasa tubuh. Ya sampe kiamat juga, jaka sembung naik ojek T_T.

Dan lucunya, kita sampe dikunciin di bajaj (dan bajaj yang satunya juga), ga boleh turun, sampe kita bayar 30yuan per orang hahahaha.. ya kita turutin lah gak turun gpp, yang penting tetep bayar 30yuan satu bajaj #pelancongkere. Karena habis waktu berdebat, akhirnya mereka mengalah dan berlalu sambil ngomel-ngomel make bahasa monyet.. *joget-joget bangga*

jadi, yang mau mengunjungi Beijing, waspadalah! waspadalah! *bang napi
Advertisements
Categories: China | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: