A-Very-Short-Trip to Macau!

Kata orang, masa udah sampai di HK gak ke Macau? Jadi deh hari kedua saya memutuskan ke Macau juga. Cuaca hari ini, cerah ceria tapi masih galau (cerah ceria tapi kadang-kadang mendung). Untuk mencapai Macau bisa ditempuh dengan naik Ferry. Beruntung juga, Hongkong China Ferry Terminal (HCFT) tidak jauh dari TST, jadi saya memutuskan berjalan kaki saja.    

 Ternyata HCFT ini terletak di China Hong Kong City Mall lantai 2, kira-kira 1km dari TST. Lumayan nyasar-nyasar sih karena kok udah jalan lumayan, masih gak nyampe-nyampe juga ke mallnya.. beruntung security di HK ramah-ramah dan helpful.. unlike Vietnam yang sebodo teuing polisinya, mungkin karena polisi-polisi di HK bisa berbahasa inggris ya.

Img_2919

Di dalem Ferry. Nyaman 🙂

Img_2917

Setelah sampai di HCFT langsung beli tiket ferry yang ke Macau. Waktu itu, saya beli untuk keberangkatan pukul 09.30 dan kedatangan dari Macau jam 18.00 . Tiket saya beli seharga HKD 150an dan pulangnya HKD 174an . Kalau lagi gak buru-buru, di terminal tersebut banyak agent-agent yang jual tiket ke Macau, jadi bisa banget kalo niat, cari agent yang jual tiket termurah. Karena kemarin saya ngejar waktu, akhirnya beli di agent tiket kedua deh.

Oh, HCFT ini walaupun namanya terminal, tapi adanya di mall, jadi nyaman. Lebih dingin dan teratur pula dari bandara internasional Jakarta :P. Keberangkatan ke Macau atau dari Macau ada di setiap setengah jam. Walau begitu, usahakan jangan ketinggalan ferry, karena ya harus beli lagi. Saya pikir ya, bakalan naik ferry-ferry kecil gitu, jadi kalo ketinggalan, ya naik yang berikutnya ajah dengan seat bebas, gak taunya Turbo Jet yang kapasitas 150 – 250 orang, gak rebutan kursi juga karena udh dapet seat number, nyaman, dan ber-AC. Perjalanan ke Macau memakan waktu 1 jam dengan pemandangan pinggir laut Hongkong, beruntungnya saya dapet duduk di deket jendela (sebenernya ini hasil malak jatah travel mate hahaha, ‘lady-first-treatment’) 

Itinerary saya di Macau, tidak banyak tempat yang saya kunjungi, Saya hanya ingin berfoto di Macau Fisherman Wharf (Collaseum miniature), Kwan Yin Statue (Kwan Im Statue) dan Venetian. Selain takut gak cukup waktunya, memang pengen agak santai aja di Macau. Sesampai di ferry terminal, saya menukarkan HKD ke MOP terlebih dahulu. MOP adalah mata uang yang dipakai di Kota Macau, nilainya mirip-mirip sama HKD, mungkin 1 MOP sekitar Rp.1.300. Tak jauh dari Ferry Terminal, terlihat bangunan Macau Fisherman Wharf. Setelah nanya sama penduduk local untuk make sure, ternyata ke sana tinggal jalan kaki. Sebenernya deket sih, tapi karena saat itu panass bgt.. jadi berasa jauh… *puk-puk bedak yang luntur.

Dsc_8172

Macau Fisherman Whraf

Dsc_8174
Dsc_0095

Tampang ngarep ke milan beneran.

Tampang ngarep banget juga ke milan beneran

Macau Fisherman Wharf ini, seperti wahana dengan tema-tema tertentu kali ya. Saya Cuma pengen foto di miniature colloseum jadi gak tau deh dalemnya seperti apa, iseng pengen foto disini, supaya kesampean ke colloseum beneran #ngareepp. Saya pernah baca, wahana bertema ini sepi banget, ternyata bener lho.. entah kenapa sepi banget. Padahal unik banyak miniature-miniature dari tempat-tempat terkenal di dunia ada disini. Free entrance pula. Disana, saya bisa lihat beberapa turis saja. bisa dihitung dengan jari. Seandainya saja saya bermalam di Macau, pengen juga agak lebih lama disini.

Dari Macau Fisherman Wharf ini, saya langsung menuju Kwan Im Statue. Saya dan teman sempat tanya sama bagian informasi, bagaimana menuju Kwan Im Statue. Ternyata tinggal naik bus nyang lewat depan Macau Fisherman Wharf dengan biaya 3.3 MOP saja. Letaknya pun ternyata tak jauh dari Macau Fisherman Wharf ini. Keadaan yang terlihat janggal buat saya pada waktu menunggu bus ini, kenapa ini Kota sepi banget ya? Sebagai salah satu destinasi favorit para turis, masa iya se-sepi ini? Mobil-mobil aja lewat jarang-jarang banget.. apa mungkin, daerah ini bukan pusat kota jadi agak senggang. 

Dsc_0113

Kwan Im Statue – The Goddes of The Mercy

Males gak sih, ni postingan blog isinya gambar cewe ini terus? hahahaha

Perjalanan hanya saya tempuh 10 menit saja untuk ke Kwan Im Statue. Kwan Im Statue ini mempunyai nama lain Kum Lan Statue atau The Goddes of The Mercy. Patung dewi Kwan Im ini berwarna bronze setinggi 20 meter yang berada di atas bangunan yang seperti bunga teratai dan letaknya agak menjorok ke laut. Patung ini juga merupakan salah satu icon kota Macau yang terkenal yang kabarnya di desain oleh arsitek asal portugis. Tak jauh setelah saya berfoto-foto disana, saya melewati pohon-pohon yang rindang untuk mencapai stasiun bus. Dibawah pohon-pohon itu, saya mendapati seorang bapak tua, sedang berdiri menghadap patung dewi Kwan Im. Pada mulutnya bergumam do’a-doa dan khusyuk. Begitupun yang saya lihat di Bus, seorang ibu-ibu bergumam do’a ketika bus tersebut melewati patung dewi Kwan Im. Salah satu buah perjalanan saya, melihat budaya penduduk Macau yang unik dalam berdoa. 

Dari Kwan Im Statue, saya kesulitan menuju destinasi saya selanjutnya yaitu reruntuhan gereja St. Paul Cathedral atau Ruins of St. Paul’s. Tapi saya dan teman-teman beruntung. Ada seorang Bapak tua tempat saya bertanya di staisun bus, bapak tersebut tidak tahu bagaimana cara menuju ke gereja tersebut, tetapi beliau berbaik hati sampai menelfon temannya untuk mencari tahu. So kind of you, Sir .. 🙂 , ternyata Bapak tersebut berasal dari Beijing dan ikut istrinya yang menetap di Macau. Saya dan teman-teman pun ikut naik bus bareng Bapak tersebut ke kota, kalau gak salah naik Bus no. 3 dari Kwan Im Statue.

Ruins of St. Paul Cathedral

Rame amat cyynnn

Hari itu hari sabtu. Ramainya, udah kaya ancol di hari kejepit. Jadi reruntuhan gereja ini memang tinggal bagian depannya aja dan justru itu yang membuat reruntuhan gereja ini terkenal. Konon, dulu gereja ini termegah di masanya, tetapi terjadi kebakaran besar dan hanya menyisakan bagian depannya saja. Pemandangan dari atas gereja pun ke arah alun-alun kota sungguh unik. Dengan bangunan khas kota Macau di beberapa bagian tempat yaitu  rumah susun yang padat dan jalan yang menanjak, terlihat seperti di perkampungan di Brazil yang saya lihat di TV. Tak jarang beberapa bangunan menyisakan budaya Portugis yang kental.

Dsc_0187

Toko Egg Tart yang paling ramai

Img_2952

Yummy deh, tapi dua aja cukup. *kaya iklan KB

Pergi ke Macau, wajib nyobain Egg Tart, kue yang berasal dari Portugis, Negara yang dahulu menjajah Macau. Bentuknya bundar dengan dasar puff pastry dan ditengahnya berisi adonan kuning telur dan susu. Rasanya tidak begitu manis. Enak! Tapi bagi saya, dua sudah cukup, terlalu banyak malah eneg. Mungkin karena adonannya berasa penuh di lidah saya (telur dan susu). Toko Egg Tart yang paling ramai bisa ditemukan tak jauh dari reruntuhan Gereja St. Paul’s, hanya turun tangga sampai bawah, tokonya paling pertama di sebelah kiri. Saya beli 2 dus isi 8 waktu itu 😀

Dsc_0196

Heboh jalanannya..

Oh iya, jalan-jalan kota, di bawah reruntuhan gereja St. Paul itu seru banget. Bener-bener rame macam di film-film dengan setting sebuah kota di brazil. Kalau jalan-jalan kesini, nanggung banget gak nyobain ke Senado Square. Saya waktu itu gak sempet lebih karena kaki udah terseok-seok kecepan, traveler manja inih… 😀 akhirnya memutuskan buru-buru ke Venetian aja, supaya bisa makan siang disana dan numpang ngadem.

Dari area gereja, saya berencana naik bus ke Grand Lisboa Hotel atau Sands Hotel yang menyediakan shuttle bus gratis ke Venetian. Tapi ternyata tidak ada bus yang menuju kesana dari area Gereja. Sebenernya, kalau kita dari Ferry terminal ke Venetian, ada banget shuttle gratisnya. Tapi, penduduk lokal yang ramah memberitahu saya, sebaiknya naik taksi ke Sands Hotel, dari sana tinggal ambil shuttle bus gratis ke The Venetian. Penduduk lokal yang memberikan info tadi juga memberitahukan kalau naik taksi tidak akan mahal karena jaraknya tidak begitu jauh.

Img_2972

Sampai di Sands Hotel, shuttle bus menuju Venetian sudah antri dengan rapinya. Beda dengan Indonesia, Bus-bus ini kalau sudah jamnya, ya harus jalan, mau penuh atau tidak, malah kalau bisa jangan sampai ada yang berdiri. Nah di Indonesia kan beda banget, kalau masih bisa dimasukin orang, masukin sampe kaya sarden panggang 😀 . Saya pun kemudian menuju Venetian dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Ternyata The Venetian ini terletak di beda pulau jadi harus melewati jembatan panjang yang menghubungkan antar pulau.       

Dsc_8238

Pas kesana sih, gak semewah yang dibayangkan hehe 😛

Img_2931

Gondola, Anyone?

The Venetian ini pasti sudah pada tau yaa.. salah satu Casino Resort terbesar di Asia tapi gak tau urutan nomer berapa kalau di dunia hehe (males googling). Memasuki lobby hotel, yasalam.. apa kata mamah dedeh kalau hotel casino check-in nya penuh ramai dan antri gini? Udah macam anak-anak sekolah nunggu dibagiin seragam baru.. beneran antriannya panjang, itu buat check in aja deh.. kebayang ada berapa kamar di hotel ini, perhaps around 3000 rooms?

Di dalam Venetian juga ada mall yang didalamnya terdapat kanal-kanal yang dibuat semirip mungkin dengan kota Venesia, juga terdapat Gondola lengkap dengan penyanyi pria yang bernyanyi dengan suara tinggi sambil mengarungi kanal dengan Gondola. Mau naik? Mahal kayanya siih.. jadi gak jadi deh naik. Nanti aja deh di Venesia beneran baru naik hahaha.. *ditabok yang baca (sambil amiinn kenceng banget)

Img_2929

Food Court nya

Img_2939

Looking for No pork aa…

Img_2948

Porsi abang-abang abis bangun candi borobudur

Saya juga sempet makan siang di food court festivia, lumayan mahils sih.. dan cari yang halal susah yaa.. makanan thai aja ada pork nya, akhirnya pilihan jatuh ke makanan india. Bismilah cir gobanggocir semoga gak bau ketek kebanyakan nelen kari.. harga dari 45 MOP – 75 MOP untuk main menu.

Img_2968

Bertobatlah..

Selesai makan saya berencana mampir sebentar ke The City Of Dream karena masih ada sisa waktu sedikit. Dari situ saya melewati tempat casino, diem-diem motret dari escalator.. jreng!! Rame banget kaya pasar ikan.. yang kebanyakan duit pada antri mau buang receh di Casino 🙂 saya gak nyoba masuk sih, soalnya males ribet kalau harus rapi, waktu itu gaya ala gembel sekali lengkap dengan muka berminyak, lagian emang ada duit buat casino? #ngek.

Dsc_8246
Dsc_8245

Akhirnya saya naik shuttle bus dari Venetian ke City Of Dream (CoD) dengan waktu tempuh 10 menit saja. Sebenernya banyak sih yang bisa dilihat di CoD ini, selain terdapat hotel dan casino, rupanya juga terdapat beberapa tempat pertunjukan termasuk salah satu yang paling terkenal adalah pertunjukan The Dragon Treasure , pertunjukan The Bubble dan The House of Dancing Water. Tapi karena waktu itu hanya menghabiskan waktu yang tersisa sedikit, saya hanya melihat-lihat sampai lobby saja. Di lobby CoD ini ada layar lebar seperti aquarium besar sekali yang menampilkan putri duyung menari-nari sangat mirip dengan wanita beneran :p  #ndeso ya 😀 , ya lelaki pasti ngarep ini wanita beneran, yah secara cuman make bh doang atau ada juga yang atasnya cuma ketutupan rambut ajah.. bener-bener city of dream kan jadinya?

Advertisements
Categories: China, Macau | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: