Bagaimana Mendapatkan Visa Jepang?

Aha!

Visa Jepang adalah visa pertama saya yang (lumayan) membuat deg-degan. Dulu waktu apply visa China gampang-gampang aja (gak usah pakai data macam-macam), apalagi apply visa Myanmar yang cuma negara ASEAN dan kayanya cuma formalitas aja. Visa Jepang ini agak bikin grogi, gara-gara waktu itu baca di blog ada yang visa Jepangnya ditolak.. huhuhu. Tapi saya selalu beli tiket dulu, mikirin visanya belakangan hihihi.. harus pede jaya dulu baru cemas kemudian 😀

Sebenarnya persyaratan visa jepang itu mudah dan sudah sangat jelas diinformasikan oleh pihak kedubes disini, persyaratannya adalah sebagai berikut:

Pembuatan Visa:

  • Permohonan Visa tidak bisa diterima, apabila seluruh persyaratan tidak dipenuhi / tidak lengkap.
  • Setelah permohonan diperiksa, apabila diperlukan dokumen lain sebagai tambahan, akan diminta kemudian. Kedubes Jepang sangat fair, biasanya mereka tidak serta merta menolak aplikasi visa kita. Apabila ada kekurangan dokumen, mereka akan menghubungi kita untuk klarifikasi dan meminta kita untuk melengkapinya. Ini sungguh fair buat saya, daripada pada saat ngambil passport, tiba-tiba visa ditolak karena gak jelas sebabnya.
  • Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing. (klik di sini untuk melihat wilayah yurisdiksi) . Salah satu teman yang ikut ke Jepang sama saya adalah domisili papua, ternyata dia harus apply di Makasar. Jadi buat temen-temen yang tidak di jadebotabek, harap perhatikan wilaya yuridiksi untuk proses visanya yah..
  • Proses pembuatan visa : minimal 4 (empat) hari kerja

Jam Kerja untuk pengajuan Visa:

  • Pengajuan aplikasi visa, setiap hari kerja jam 08.30 s/d 12.00
  • Pengambilan visa, setiap hari kerja jam 13.30 s/d 15.00

Dokumen yang dibutuhkan untuk Visa Jepang:

  1. Paspor. expired min 6 bulan sebelum keberangkatan
  1. Formulir permohonan visa [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  1. Foto kopi KTP
  1. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)

Tips:

Untuk No.4 saya ganti dengan Surat Keterangan Bekerja dari kantor, yang menerangkan bahwa saya karyawan di kantor X, dan akan melakukan perjalanan liburan ke Jepang. Sebenarnya tidak ada diharuskan melampirkan surat keterangan bekerja sih, tetapi tidak ada salahnya juga kan? Demi meyakinkan pihak kedubes :p

Kurang lebih contoh surat keterangan kerja untuk apply visa, seperti ini:

Dear Sir/Madam, 

We hereby certify that the named person as below:

Name                    : Oneng

Passport No.    : XXX

Is currently being employed by our company since June 2004 as xxxx with earning monthly salary IDR xxxx. The said employee will be going to Japan for holiday start from xxxx until xxxx.

All necessary expenses to be incurred during the trip will be borne by herself. We do guarantee that she will return to Indonesia and she will not seek any permanent job in your company.

It will be highly appreciate if you could grant the necessary visa for the above employee to enter your country.

Thank you in advance for your kind attention and good cooperation. 

Sincerely Yours,
xxxx

 

______________
xxxx

  1. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang). Disini saya juga melampirkan bukti pemesanan hotel di Agoda.
  1. Jadwal Perjalanan download (DOC) (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)

Tips:

Buatlah itinerary seringkas/simple mungkin yang disesuaikan dengan jumlah tabungan. Terutama jika tabungan pas-pasan, jangan buat itinerary yang tidak masuk akal. Memang min. jumlah tabungan tidak disebutkan dalam persyaratan visa, tetapi berpengaruh terhadap keputusan persetujuan visa.

Misalnya, untuk ke kurun waktu 7 hari di Jepang, tapi tabungan cuma 10 juta. Jangan buat itinerary dari Osaka – Tokyo – Nara – Kyoto – Yokohama. Pasti kedubes mikir, lha wong tabungan cuma 10 juta tapi mau ke ke banyak destinasi, sementara tiket shinkansen Osaka – Tokyo (return) saja bisa sekitar 3 juta. Belum lagi tiket-tiket masuk destinasi dan biaya makan + hotel, walaupun mungkin sebenarnya cukup-cukup saja.

Jadi gimana?

Jadi ya buat aja itinerary yang simple. Misalnya disekitar Kansai Area (Osaka – Kyoto) atau sekitar Tokyo dan masukkan saja beberapa list destinasi yang biaya masukknya free.

  1. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu). Disini saya inisiatif aja melampirkan akte kelahiran dan kartu keluarga :p
  1. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggungjawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Tips:

Kedubes Japan memang tidak memberikan info min. jumlah tabungan, tetapi dari beberapa referensi yang saya baca, bisa juga disimulasikan seperti ini:

Misalnya contoh untuk 5 hari di Jepang ya

  • Biaya hidup di Jepang 1 hari : IDR1.000.000 x 5 hari : IDR 5,000,000
  • Tiket standar Jakarta – Jepang – Jakarta : IDR5,000,000 (contoh)
  • Biaya tak terduga : IDR2.000.000

Sehingga Total biaya IDR12.000.000, untuk lebih aman, minimal saldo IDR15.000.000

Tapi sekali lagi, ini hanya simulasi yah..saya baca-baca , saldo 10juta jg ada yang di approve, karena itinerary simple dan dokumen persyaratan lengkap.

Prosesnya juga nggak njelimet kok:

Dateng ke Kedubes yang di Thamrin (untuk wil Jakarta) –> ambil nomer antiran, nunggu dipangggil –>serahin dokumen –> dikasih tanda terima dan diminta dateng 4 atau 5 hari lagi (ditentuin tanggalnya ama pihak kedubes), dan bayarnya pas visa udah jadi (kalau ditolak, gak usah bayar, yeaayy!)

Gampang kan? dan Visa Japan pun sudah ditangan! Can’t wait ^ ^

Buat yang baru mau apply, semangat yaaa!

Advertisements
Categories: Japan, Visa Application | 7 Comments

Post navigation

7 thoughts on “Bagaimana Mendapatkan Visa Jepang?

  1. Untungnya sekarang ini buat pemegang e passport dapet visa gratis ke Jepang 15 hari, hihi..
    Tapi emang sih, semua keparnoan itu ilang seketika, yang bikin deg degan kalo denger ada yang visanya ditolak, tapi go on. Nekat aja!!
    Waktu itu bikin visa KorSel, untung masih mahasiswa (padahal karyawan yang mau kuliah), bikin itennya yang simpel aja selama 6 hari di Korsel. Eh cepet approvednya. Jadi makin pede sama visa ke negara lain :p

    Izin menjelajah ya sis, blognya seru 🙂

    • iyaa bener ya, aku sih belum pernah nyoba free visanya,
      kalau tahun ini jadi ke Japan lagi, akan aku tulis pengalaman free visa (kalau memang benar berlaku untuk e-passport)
      Korsel berarti juga gampang yah..

      silahkan jalan-jalan di blog ini, masih seadanya 😉
      nnt aku visit balik hehe, Salam Kenal ^ ^

      • Aku juga minat ke Jepang pas Moto GP Motegi tapi takut bentrok sama dinas di Belanda sepertinya akan lama. Kabar kabari ya sepertinya kamu duluan yang akan ke sana kalo dari counternya, hehe..

        Iyak, Korsel cukup mudah – dan lebih murah sih bahkan daripada Singapura :p

        Pas lihat pernah ikut kelas mas Teguh jadi paham banget sealiran, hehehe
        Salam kenal ^^

      • iyaa kalau dapat tiket sih pengen deh Maret ini 🙂 nnt aku sharing..
        oo kamu murid mas teguh jugaa hehe, salam kenal yaa ^ ^

      • wahahaha.. ngga mau kayaknya dia punya murid kayak aku, bandel banget suka bolos ikutan acaranya >_<

  2. Angel

    Nice share….
    Lagi harap2 cemas juga utk apply visa jepang. Mau tanya utk surat keterangan kerja seberapa signifikan ya? Di surat tsb tertulis saya pergi dr tgl 17 sampai 27 juli krn waktu itu masih estimasi saja. Tapi setelah dapat tiket ternyata saya pergi tgl 19 sampai 27 juli. Kira2 berpengaruh dalam keputusan approval visa nya tidak ya?
    pls advice…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.

%d bloggers like this: