Monthly Archives: March 2014

Island Hopping : Phi-Phi Tour

Mau lanjut sharing tentang Phuket. Errrr… blogger amatir banget sih, updatenya lambreta 😀

Jadii, hari selanjutnya saya di Phuket, tibalah saatnya di hari kesekian untuk saya menggoreng badan dan bergosong-gosong ria dengan Island Hopping di Phi-phi island dan sekitarnya. Sebenernya agak bingung, mau Phi-Phi tour atau James Bond tour, tapi semalam sebelumnya sudah keburu capek untuk milih-milih dan menimbang-nimbang. Saya pikir-pikir, kemana aja yang penting cuaca cerah, akan menyenangkan kok. Mure abis ya anaknya hahahaha.

Dan bener aja dong, di hari island hopping ini, cerah banget! Gak kebagian mendung sedikitpun. Harga tour saya dapatkan seharga 2000 baht dengan destinasi yang bererot. Mahal sih buat saya. Tapi waktu  cari tour di hari pertama, udah malem banget, males nawar lama-lama, yang lebih murah sebenernya banyak juga, cuma karena keduluan yang lain, jadi full booked semua.

Saya dijemput oleh pihak tour jam 08.00, karena saya sekalian check out, jadilah bawa-bawa buntelan koper untuk dititipin di minivan selama saya tour. Si supir sempet shocked, karena kan space nya udah dihitung buat peserta tour. Untunglah malam sebelumnya saya sudah bilang ke pihak tour, kalau saya mau bawa koper karena sekalian check out. Akhirnya dengan berat hati, pak supir menaikkan buntelan saya ke kursi paling depan yang kemudian koper ini dititipin di Office Royal Phuket Marina Harbour, tempat keberangkatan tour phi phi. Makasih ya pak! 😀

Sampai di Royal Phuket Marina Harbour, para peserta tour di kumpulkan. Saya tidak begitu suka ikut tour, karena waktu pasti akan dibatasi, terlebih lagi jika pesertanya banyak kali ini, satu boat bisa 25 orang dari berbagai mancanegara. Pengalaman ikut tour island hopping yang paling indah buat saya adalah waktu ke Belitong. Waktu itu milih travel tour yang tidak popular dan lebih murah, eh malah satu boat isinya cuma berempat alias cuma rombongan saya aja. Puas banget!! Beda lagi waktu di Halong Bay, walaupun peserta ramai, tapi karena tidak ada acara snorkeling, masih bisa santai dan tidak terburu-buru. Beda  banget sama ke Phuket ini..

IMG_9123

Backlight – Royal Marina Phuket

Saya pun menaiki boat yang keren! Jalannya kencang sampai loncat-loncat, berhasil membuat gigi kering jika mangap terlalu lama dan rambut jabrik tertepa angin. Harus diakui, Indonesia memang kalah telak di fasilitas transportasi pariwisata dengan Negara tetangga. Pada awalnya, si tour guide yang saya lupa namanya, menceritakan tujuan tour hari itu akan ke bla bla bla. Jadwalnya adalah Forest Monkey, Viking cave, Loh Samah, Maya Bay, Phi Phi, Bamboo (khai) Island dan mungkin ada beberapa lagi yang saya lupa namanya (saking banyaknya). Sebenernya memang mustahil bisa mengunjungi tempat sebanyak itu dalam waktu seharian, dimana sore harinya jam 16.30 sore kita sudah harus sampai di Royal Marina Phuket karena mempertimbangkan faktor cuaca (kalau sore, angin akan lebih kencang). Tetapi bukan travel agent namanya kalau tidak memiliki brosur yang menggoda calon pengguna jasa. Pengguna jasa pun terbuai dan akhirnya membayar harga yang ditawarkan.

DSC_0192

Di dalam boat, saya orang indonesia sendiri 🙂

Ternyataa.. dari destinasi sebanyak itu, beberapanya hanya dilewatin aja alias sightseeing gitu deh. Zzzzz.. kaya di Viking cave, cuma berhenti sebentar dan mendengarkan si tour guide jelasin yang kurang lebih seperti ini “oke bapak-bapak ibu-ibu, jadi yang di sebelah kiri ini adalah Viking cave bla bla..  dulunya adalah na..na..na.. na.. , sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke … “ ya nasip ikut tour.

DSC_0277

Viking Cave

DSC_0286

Viking Cave (liat-liat aja -_-)

DSC_0285

cuma bisa kasih makan ( di boat ) ke ikan-ikan bergerombol nan lucu di bawah sana

Tempat pemberhentian kedua adalah Forest Monkey, disini rombongan tour dijinkan turun untuk memberi makan monyet-monyet. Itupun 15 menit saja sodara-sodara hihih…. Rombongan turis dari Brazil pun dongkol sama si mas Tour Guide “whaatt? Fifteen minutes??!” dan mereka pun turun sambil misuh-misuh. Untung saya takut sama monyet, jadi gak terlalu kepengen ngasih makan monyet-monyet dengan pisang, lagian di Bali juga banyak. Waktu luang pun saya gunakan dengan berfoto-foto saja bak foto model versi large di ayunan 😛

DSC_0294

forest monkey – phuket

DSC_0313

ocean rocks

Sambil berkejar-kejaran dengan waktu, akhirnya rombongan sampai di Loh Samah. Airnya berwarna hijau turqouis tua. Sebagian berwarna turqouis terang karena terpapar sinar matahari. Di sekelilingnya terutupi tebing-tebing batu tinggi menjulang yang ditumbuhi rumput-rumput tipis. Sehingga terlihat perpaduan warna langit, air dan tebing-tebing yang mempesona. Rombongan pun sibuk melongok ke luar boat, pada gak sabar pengen nyebur. Disini rombongan diperbolehkan untuk snorkeling 30 menit saja. Hahahaha.. tapi lumayan lah cibang cibung walau sebentar, sempet bergelut dengan ikan-ikan kecil dan taburan remahan roti. Saya sibuk terpana dengan warna warni ikan-ikan kecil yang berenang berkelompok. Ketika saya memegang remahan roti di telapak tangan, mereka dengan liarnya mengatup-ngatup telapak tangan saya. Rasanya geli dan gremet-gremet, seperti sedang fish spa namun yang ini dengan ikan yang sepertinya sangat kelaparan. Lagi-lagi saya menyesal tidak punya camera underwater T_T.

DSC_0246

Loh Samah

DSC_0249

Snorkling di Loh Samah

DSC_0257

Loh Samah

Tangan belum saja keriput karena air laut, tetapi dengan berat hati rombongan sudah harus naik kembali ke boat untuk menuju Maya Bay (Phi Phi Leh). Disinilah setting film The Beach yang dimainkan oleh Kang Mas Leonardo. Dari kejauhan sudah terlihat kilauan air hijau turqouis. Saya terpana. Mungkin karena didukung langit yang tak lelah menunjukkan biru cerianya, membuat Maya Bay makin berkilau dari kejauhan. Boat pun berhenti sebentar dan membiarkan penumpang sibuk mengambil foto sana-sini dan merekam video sebelum akhirnya boat merapat dan rombongan diperbolehkan turun.

Ternyata memang setelah film The Beach, tempat ini luar biasa ramai. Udah kaya cendol di ancol tapi beda warna airnya aja. Bahkan mau berenang-renang di tepian pun saingannya banyak banget! Bisa-bisa sikut-sikutan. Tampaknya, musim liburan atau bukan, Maya Bay ini tetap saja ramai. Salah satu yang saya kagumi adalah saya tidak menemukan sampah sepanjang mata saya memandang. Benar-benar memanjakan mata dan jiwa :). Kalau saja tidak seramai ini, saya pasti sudah gelar kain pantai di bawah bayangan tebing di atas pasir putihnya yang berkilau. Lalu memesan es kelapa muda dan merebahkan badan, membiarkan mata bermanja-manja menikmati Maya Bay yang berkilauan. *kemudian disiram air seember oleh Tour guide* 😀 Lalu, samar-samar terdengar…   “okay.. okay.. time is up! now back to the boat, back to the boat! We are going to another island for lunch. Come on come on, back to the boat!” *dengan gaya ala tour guide kaya lagi ngangon kambing* kemudian kambing-kambing pun berlari-lari kecil ala penjaga pantai Baywatch takut ketinggalan boat.

DSC_0193

Ketika hampir sampai di Maya Bay

DSC_0209

Perahu-Perahu – Maya Bay

DSC_0222

Ramai!

DSC_0226

cendol gan!

DSC_0194

ketika akan meninggalkan Maya Bay

Setibanya rombongan di sebuah pulang yang saya lupa namanya , rombongan diberikan makan siang “All You Can Eat” di sebuah restaurant besar di pinggir pantai. Berhubung saya laper pake banget, jadi pas banget dengan tema “All You Can Eat”. Menunya pun enak-enak dan menurut saya cukup ‘wah’ untuk rombongan tour.  Alhasil, jadilah makan segentong dan berkali-kali bolak balik nambah. Lupakanlah bikini sejenak. Bila lapar, halal hukumnya ke pantai make bikini dengan perut buncit kekenyangan. Rombongan tour cukup lama bersantai-santai di pulau ini dan menikmati makan di bangunan seperti pendopo yang teduh di bibir pantai ditemani suara kicauan burung, sampai akhirnya suara tour guide samar-samar terdengar kembali. Artinyaa.. lariiiii!

IMG_9219

Lunch

Bamboo Island adalah tujuan terakhir dari Island Hopping. Disini (akhirnya) rombongan tour mendapatkan waktu lamaa untuk bersantai. Di pinggir pantai terdapat banyak pendopo-pendopo kecil untuk bersantai. Di pulau ini juga banyak terdapat pepohonan rindang mirip seperti hutan kecil tetapi dengan beralaskan rumput dan pasir pantai. Jadi, tanpa alas kaki pun tidak masalah karena bebas lintah dan pacet :P. Saya akhirnya menggelar kain pantai di bawah pohon rindang. Sesekali saya nyelup ke pantai sambil melihat bonus film 3D alias bule brazil yang pacaran membabi buta di pantai, mungkin pelampiasan karena dari tadi ga bisa santai-santai hehe. Setelah puas foto-foto dan santai-santai, akhirnya rombongan harus kembali ke Royal Marina Harbour. Island hopping seharian itu bener-bener ga kerasa yaa.. tau-tau udah sore 😥

IMG_9229

White Sand – Bamboo Island

IMG_9226

Relaxing – bamboo island

IMG_9222

Bamboo Island – Phuket

Malam harinya, saya juga sempat nonton pertunjukkan Simon Cabaret. Ngapain liat bencong? ya penasaran juga, pengen liat beneran gak lebih cantik dari cewe beneran 😛

Pertunjukkannya lumayan menghibur dan dapat dipastikan keuntungan dari tiket masuk Simon Cabaret ini menjadi salah satu pendapatan yang cihuy bagi dunia pariwisata di Thailand. Tiket masuk per orang untuk VIP seat seharga 800 baht dan regular 700 baht untuk pertunjukkan selama satu jam. Sayang sekali, di dalam tidak boleh mengambil foto maupun merekam video selama pertunjukan berjalan. Jadi gagal mau ngasih bocoran :p

Anyhow, warianya matre-matre juga deh. Jadi di saat akhir pertunjukkan, penonton diperbolehkan foto bareng tapi bayar ke waria yang kita pilih untuk foto bareng (per orang lupa deh, mungkin sekitar 30rb s.d 50rb). Banyak penonton yang ga mau rugi dengan foto berkali-kali dengan waria yang sama, kalau lagi apes, bisa ditagih lagi sama warianya dengan suara yang besar “kamu kan foto 4 kali gaya, bayarnya juga 2x dong!” nah lho!

???????????????????????????????

:O putih ya si mbak eh mas, eh..

???????????????????????????????

huwoww, perutnya!

Advertisements
Categories: Thailand | Tags: , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.