Monthly Archives: September 2014

(Akhirnya) Liburan ke Osaka!

Berhubung cuma sebentar aja ke Jepang, jadi juga hanya beberapa destinasi aja yang bisa didatangi. Simple itinerarynya begini:

Day 1 – Osaka: Shitennoji, Osaka Castle, Shinsaibashi (Belanja)

Day 2 – Kyoto: Togetsukyo Bridge, Bamboo Groves, Kinkakuji, Gion/Geisha District, Fushimi Inari, Belanja around Kyoto

Day 3 – Shiga Perfecture: Ski + Belanja

Sampai di Osaka malam hari, naik apa?

Seperti yang sudah diketahui penggemar tiket promo, kalau tiket murah itu jamnya pasti gak strategis banget. Waktu itu saya dan teman-teman akhirnya mendapatkan tiket ke JKT-KIX via KL (Jakarta – KL – Osaka) dengan estimasi sampai di Osaka jam 10.25PM. Waktu itu sih gak kepikiran karena udah pernah juga sampai di negeri orang lebih malam dari jam 10.25PM. Lalu, saat penyusunan itinerary baru kepikiran. Sampai di Osaka malam, naik train kalau masih ada, kalau gak ada train naik taksi. Oke. Kemudian bertanyalah saya pada seorang teman tentang yang sangat mengerti tentang Jepang. Dia pun lalu mengatakan bahwasannya mendingan nginep di bandara daripada harus naik taksi malam hari dari Kansai Airport ke Kota (Namba area), karena ternyata mahaaal sodara-sodara. Katanya, lebih mahal biaya taksi daripada nginep di hotel malah! Katanya lagi, tarifnya bisa.. bisa .. bisa DUA JUTA aja dong!

Gak percaya? Lihat disini http://www.kansai-airport.or.jp/en/Access/taxi/index.html Hih! Negara macam apaa inihh yang akan akuh kunjungi?? T_T

Pusing-pusing campur deg-degan pun meliputi saya dan teman-teman pas H-1 satu. Gimana kalau ternyata train udah tidak ada dan kita harus memilih pilihan yang sulit seperti memilih pilihan pendamping hidup: Naik taksi atau bermalam di Airport. Dengan hati pasrah dan tawakal, akhirnya saya pun tetap berangkat dengan hati yang senang untuk trip ini. Sampai di Kansai Airport jam 10.15PM, lebih cepat 10 menit dari yang sudah di jadwalkan. Saya dan teman-teman pun run-run-small dan membagi tugas. 2 orang nunggu bagasi, 2 orang nanya ke petugas tentang train terakhir ke Namba area. Voila! Kabar baiknya, train terakhir ke Namba area adalah jam 11.00PM (Nankai line), artinya masih ada harapan. Kabar buruknya, kita masih harus menjalani proses antrian imigrasi dan bagasi. Beruntung proses antrian imigrasi di Jepang sangat rapi dan teratur, jadi walaupun antri tapi gak bikin emosi. Saya lihat juga banyak sekali turis bule yang antri, jadi kalau ketinggalan train, setidaknya rombongan saya tidak sendiri hehe. Setelah antrian imigrasi dan bagasi selesai, saya pun buru-buru ke tempat keberangkatan train dengan menaiki monorel terlebih dahulu. Akhirnyaaa! Saya berhasil menaiki train terakhir ke area Namba ^,^ . Batal jadi gembel di Airport dan bye-bye taksi mahal!

Kira-kira 40 menit saya lalui dari Kansai Aiport ke area Namba. Sesampainya di Namba, brrr… dingin menusuk-nusuk. Temperature saat itu sekitar 5 derajat mungkin. Orang bekasi ini pun kerepotan, karena belum pakai boots, akhirnya saya bongkar koper di stasiun, langsung pakai boots. Diliatin sih…. bagai orang desa sampai ke kota. Norak banget kamu mbak..

Akhirnya, mata saya pun menyapa kerlap kerlip Osaka di malam hari. Ah, Halo Osaka! Gemintang city lights pun menampakkan wujudnya. Orang-orang yang berlalu lalang masih saja ramai walaupun waktu sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Banyak dari mereka masih memakai baju kerja. Para pemuda-pemuda yang berjalan santai sambil memegang segelas kopi dan berbicara dengan kelompoknya. Asap-asap mengepul keluar dari mulutnya yang sedang tertawa lebar. Shawl tebal menutupi seluruh lehernya dan coat para pemuda itu.. ah..! jadi inget Tokyo Love Story hahahaa. Di area lain, wanita-wanita cantik berkulit mulus sedang asyik bergosip. Mata mereka ber-eyeliner hitam pekat lengkap dengan rok mini dan high heels boots. Beberapa dari mereka memegang rokok dan mengepulkan asap rokok dari mulutnya.. saya irii mereka bisa memakai boots keren itu *menatap boots made in china hehe* Saya pun kemudian menuju hotel pakai nyasar tentunya.

IMG_9945

Namba station ini cukup jalan kaki dari Hotel tempat saya menginap. Cumaa.. karena nyasar-nyasar all the time.. jadi gempor juga :/

Hotel tempat saya menginap adalah Dormy Inn Shinsaibashi Namba, lumayan dekat dengan station kalau berhasil nemu EXIT GATE TERDEKAT dari hotel. Sialnya, selama lima hari di Jepang, nyatanya saya selalu nyasar hiks! Jadi berasa jauh banget hotelnya. Senangnya menginap disini, hotelnya nyambung sama mini market, jadi gampang kalau mau beli cemilan dadakan di malam hari. Selain itu, di hotel ini kalau malam dapat free udon dan bebas mandi Onsen sampai keriput. Iyaa! Saya kan niat mau nyoba Onsen karena penasaran hehehe. Terus, norak juga pas di kamar mandi nyobain toiletnya dengan banyak tombol dan heated toilet seat. Jadi pas duduk, angettt.. hihihi. Betah!

toilet

pertama duduk, binguung :p , akhirnya nyobain semuanya, betah! 😀

3

Suasana di depan Hotel, meski gang saja, kalau malam ramai banget

IMG_0049

Pemandangan ini bikin saya ‘huwow!’. Karena ini biasa banget kalau di Jepang. Banyak ditemukan di mini market terdekat. Coba kalau di Jakarta? apa gak langsung digrebek sama Ormas yang fanatik? hehe

Tips:

  • Sebelum berangkat, jangan lupa bertanya ke hotel, train apa yang menuju hotel dari Bandara
  • Sebelum berangkat, jangan lupa bertanya ke hotel, station dan exit gate terdekat untuk menuju hotel
  • Print map hotel
  • Print map subway/station atau bisa ambil di station biasanya suka ada
  • Kalau bisa, pada saat antri di imigrasi, antrilah di antrian terdepan 😀
  • Jangan sungkan bertanya ke orang/penduduk setempat
  • Banyak berdoa semoga tetep bisa dapet train terakhir 😀

Turun salju di Osaka!

Pagi hari di hari kedua di Osaka, rasanya kaki gak sabaran mau jalan-jalan. Cute coat, checked! Boots, checked! Shawl, checked! Earmuff, checked! Gloves, checked! Dalam hati sambil berdoa, ya Tuhan.. sekali-kali kek di Jakarta kasih winter sebentar aja, biar bisa pake coat-coat gini 😀 . Ini belum abis yaa ke-norak-an saya, masih banyak di cerita-cerita norak di cerita berikutnya :p

Saya mengintip keluar kamar. Ah Cerah! Langit biru tetapi banyak debu-debu tipis bertebangan. Mungkin itu adalah debu dari kegiatan konstruksi bangunan yang letaknya beberapa blok saja dari hotel. Sampai di jendela yang letaknya depan lift dengan pemandangan keluar pun saya masih heran. Debu-debu apa sih ini, kok banyak banget, kok gak habis-habis dari tadi. Saya perhatikan dengan seksama dan menerka-nerka apakah mungkin ini salju yang turun. Rasanya sih tidak mungkin ya, karena sebelum pergi ke Osaka, saya sudah sering baca-baca, kalau jarang banget salju turun di kota-kota besar seperti Osaka dan Tokyo. Sekalinya adapun pasti jarang atau tipis dan tidak mengendap. Lalu saya bilang ke teman “ih, ini kayanya yang terbang-terbang salju deh!”  yang dibalas dengan “halah, debu itu neng..” oh baiklah.

Sampai akhirnya saya keluar hotel dan menemukan bahwa itu memang salju yang turun! Horeeeeeee! Putri daerah dari Bekasi akhirnya bisa merasakan salju yang turun dari langit! Rasanya pengen mangap biar bisa ngerasain salju yang baru turun hihihi.. saya pun lalu sibuk merekam salju turun ini. Meski salju yang turun tipis, tapi tetap aja menyenangkan disambut salju di hari pertama di Osaka.

Ini ada sedikit rekaman videonya, abaikan sajalah ya suara-suara sumbang sebagai backsoundnya ^ ^

Di hari itu pada beberapa waktu, saya akhirnya ditemani salju yang turun dari langit Osaka. Beberapa di antaranya ditemani angin yang menusuk-nusuk pipi. Mengingatnya saja, saya senyum-senyum sendiri 🙂

1

Sekitar Hotel

2

Lagi sibuk mumpung ada wifi 🙂

Advertisements
Categories: Japan | Tags: | 1 Comment

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.