Monthly Archives: March 2015

Buat E-Passport Yuk!

Tahun lalu ada berita gembira dari Kedubes Jepang. Katanya kalau ke Jepang bisa bebas visa bagi warga Negara Indonesia per September 2014. Bener gak sih? Ternyata bener lho! Tapi, syaratnya si pemegang passport harus punya e-passport. Dalam arti lain, passportnya udah bukan yang biasa, tapi sudah diganti menjadi e-passport.

 

Apa sih e-passport itu?

Sejujurnya sih, kalau secara fisik passport elektronik (e-passport) sama aja kaya passport biasa. Hanya saja di cover depan pojok kanan ada tanda seperti kamera, nah konon itu adalah chip yang ditanamkan di passport. Chipnya tidak terlihat alias menyatu dengan cover passport, jadi apabila sudah punya e-passport, si pemilik harus lebih hati-hati nih hehe. Mungkin karena chip ini, biaya pembuatan e-passport pun lebih mahal dari passport biasa, biaya pembuatan bisa 2x lipatnya. Berdasarkan peraturan pemerintah, biaya yang dikenakan adalah sebesar 655.000 rupiah. Dari info yang saya baca, di dalam chip yang tertanam di passport elektronik, terdapat data-data pemilik passport seperti nomor unik passport, NIK, nama lengkap, nama lengkap ibu kandung, foto, nationality, kebangsaan dan data-data penting lainnya.

 

Caranya buat e-passport gimana?

Gampang banget!  Waktu itu saya buat di Imigrasi Jakarta Selatan (Warung Buncit). Sebelumnya, saya sudah pernah tulis sih insiden pembuatan perpanjangan passport saya disini. Tapi, untuk lebih berurutan, saya tulis lagi step-stepnya ya :

 

 1. Googling, googling, googling!

Saya suka heran, di jaman yang canggih kaya gini, kok masih ada aja orang yang gak cari info dulu sebelum melakukan sesuatu (dalam  hal ini, membuat passport). Karena kemarin, pas di imigrasi, banyak banget orang-orang yang gak bisa lanjut proses karena salah bawa data, kurang data asli dll. Sayang banget kan? Udah jauh-jauh dateng, antri pula, pas sampe gak bisa proses. Wasting time.

Sebelum mulai kumpulin data, bisa baca-baca lagi disini:

http://www.imigrasi.go.id/

2. Siapkan data-data

Siapkan data-data yang dibutuhkan, jangan sampai ada yang ketinggalan yah.. penting untuk diingat, beberapa data yang dibutuhkan HARUS DIBAWA aslinya lho. Kemarin kasihan banget, ada ibu-ibu sama anaknya cuma bawa fotokopian aja, jadi mereka pulang lagi. Data-data yang harus di bawa bisa lihat disini .

Data-data yang dibutuhkan adalah :

  1. KTP yang masih berlaku (ASLI harus dibawa + Fotocopy di A4, tidak usah dipotong seukuran KTP)
  2. Kartu Keluarga (ASLI harus dibawa + fotokopi)
  3. Akta Kelahiran/ Akta Perkawinan/ Buku Nikah / Ijazah/ Surat Baptis (ASLI harus dibawa + fotokopi)
  4. Passpor lama – Jika sudah memiliki passport/ mau perpanjang / mau ganti ke e-passport (ASLI harus dibawa + fotokopi)

Semua data-data yang di atas, fotokopiannya harus diurutkan berdasarkan urutan tersebut ya. Jadi disana sudah rapi J. Untuk file asli letakkan di urutan paling depan, karena pas masuk akan diminta untuk diperlihatkan ke petugas, jadi nanti gak ribet nyari-nyari lagi.

 

3. Datang ke Imigrasi terdekat

Sampai tulisan ini dibuat, registrasi untuk pembuatan e-passport tidak bisa via online. Jadi harus datang langsung ke Imigrasi. Sayang banget ya? Padahal pembuatan passport online itu cukup membantu lho, karena kita isi data via online, jadi sudah tidak perlu lagi isi formulir pas datang ke imigrasi. Antrian di Imigrasinya pun lebih sedikit dan lebih pendek.

Karena di Imigrasi Jak-Sel salah satu favorit dan paling banyak peminat, jadi sebaiknya harus datang pagi. What I mean with ‘Pagi’ is datang subuh hehehe. Serius! Kenapa? Soalnya, kuota pembuatan perhari untuk aplikasi manual (non online) hanya dibatasi 150 aja.

Percaya gak percaya, waktu itu saya datang jam 5 subuh. Sudah sampai di Imigrasi, kirain udah paling pagi, ternyata udah ada antrian 6 biji! Yasalam, pada dateng jam berapa ya? Lalu saya iseng nanya ke Ibu-ibu yang baru datang jam 7, dia dapet No.51. Nah lho! Stresss :D.

Pas datang, langsung liat ke lobbynya, walaupun belum buka (untuk ambil nomor antrian), biasanya sudah ada antrian siluman alias antrian map-map yang dijejerin di lantai sesuai dengan waktu kedatangan. Jadi langsung aja taro map di antrian paling belakang, jadi nanti kalau ada yang datang lagi, map mereka akan antri di belakang map kita. Duileh, segitunya banget ya? :p , waktu itu, Map saya di urutan ketujuh hehe..

 

4. Ikuti step-step di Imigrasi

  • Setelah (terpaksa) sabar menunggu, sekitar jam 7, petugas imigrasi akan memberikan briefing di Lobby, jadi mereka memberikan kesempatan bagi pengunjung yang antri untuk bertanya. Briefing aja setengah jam..udah kaya mau upacara 17an. Tapi salut sih dengan imigrasi Jakarta selatan, yang begitu terstruktur dan lebih sistematis. Bayangin aja, mereka harus memberikan briefing setiap hari ke para pengunjung. Beda banget dengan kondisi 5 tahun yang lalu.
  • Jam 7.30, para antrian akan dipersilahkan ke lantai 2. Salutnya lagi, kala itu semua pengunjung tertib dan jalan sesuai dengan urutan antrian siluman yang udah ada dari subuh hehe.
  • Sampai di lantai dua, sebelum diperbolehkan ambil nomor dan duduk di ruang tunggu, semua pengunjung akan diminta untuk berbaris dan menyiapkan dokumen asli untuk diperlihatkan ke petugas. Jadi, sekiranya ada yang ga bawa, pasti disuruh pulang. Males kan? Udah dari Subuh, eh disuruh pulang. Supaya gak ribet, siapkan dokumen asli di urutan paling depan.
  • Kalau sudah memenuhi syarat, akan dikasih nomor dan formulir. Pas ambil nomor, jangan lupa bilang ke petugas “Mas/Mba, saya minta formnya yang buat E-PASSPORT ya”. Supaya gak ketuker. Pada dasarnya, form sama aja, tapi yang untuk e-passport akan dicap “e-passport” dengan tinta merah di lembar depan.
  • Isi formulir. Kalau gak yakin dengan cara pengisiannya, jangan buru-buru diisi sendiri. Karena, dari jam 7.30 sampai jam 8.00, petugas akan memberikan briefing cara isi formulir. Jadi nanti akan ada acara “isi formulir berjamaah” hehehe. Salut juga sama bagian ini, soalnya jadi meminimalisasi kesalahan pengisian dan lebih efisien (petugas tidak memberikan jawaban yang berulang-ulang)
  • Sesudah isi form, nunggu dipanggil deh.
  • Pas dipanggil, foto, sidik jari, wawancara basa-basi.
  • Enaknya, bisa langsung bayar lho, melalui atm atau teller terdekat, atau bisa debit juga. Untuk e-passport, biayanya Rp.655.000,-
  • Enaknya kalau dapat nomor kecil, jam 9 atau 9.30 sudah bisa selesai, karena prosesnya cepet, antrinya yang lama. Mau gak antri lama? Googling aja, imigrasi mana yang agak sepi hehe.
  • Tinggal ambil passport deh. Untuk e-passport jadinya 3-5 hari kerja. Pengambilan passport setelah jam 12 siang. Jadi total datang ke imigrasi Cuma 2x.

Gampang banget kan 🙂

 

Terus beneran bebas visa gak ke jepang kalau udah e-passport?

BENERAAAN! Yaay.. jadi bisa bebas visa selama 3 tahun (per kedatangan diberikan durasi 15 hari).

Syaratnya cuma : jangan lupa register dulu di Japan Embassy sebelum pergi ke Jepang. Registrasi ini cuma sekali kok, jadi kalau udah ada sticker bebas visa, bulan depan mau ke Jepang lagi, gak usah register lagi, layaknya kita pergi ke Singapore atau ke Malaysia.

 

Registernya gimana?

Ini juga gampang, bisa baca disini

  1. Isi formulir yang bisa download disini
  2. Dateng jam 9 ke Japan Embassy di Thamrin (untuk wilayah Jakarta) dengan membawa e-passpor yang asli
  3. Ambil nomor
  4. Nunggu dipanggil
  5. Pas dipanggil, serahkan e-passport asli dan formulir yang sudah diisi
  6. Besok udah bisa diambil dengan sticker bebas visa yang mejeng di halaman e-passport.
  7. pengambilan setelah jam 12 siang. Tapi datang agak awal ya, biar cepet selesai, waktu itu saya datang jam 2, dapat nomor 251 T_T

Saya pun kemarin sumringah pas dari Embassy, H-3 mau ke Japan, sticker bebas visa udah mejeng di halaman e-passport.

Hello Again, Japan!!

Categories: Rambling thoughts, Visa Application | Tags: , , | 4 Comments

Blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.