Posts Tagged With: tips

Buat E-Passport Yuk!

Tahun lalu ada berita gembira dari Kedubes Jepang. Katanya kalau ke Jepang bisa bebas visa bagi warga Negara Indonesia per September 2014. Bener gak sih? Ternyata bener lho! Tapi, syaratnya si pemegang passport harus punya e-passport. Dalam arti lain, passportnya udah bukan yang biasa, tapi sudah diganti menjadi e-passport.

 

Apa sih e-passport itu?

Sejujurnya sih, kalau secara fisik passport elektronik (e-passport) sama aja kaya passport biasa. Hanya saja di cover depan pojok kanan ada tanda seperti kamera, nah konon itu adalah chip yang ditanamkan di passport. Chipnya tidak terlihat alias menyatu dengan cover passport, jadi apabila sudah punya e-passport, si pemilik harus lebih hati-hati nih hehe. Mungkin karena chip ini, biaya pembuatan e-passport pun lebih mahal dari passport biasa, biaya pembuatan bisa 2x lipatnya. Berdasarkan peraturan pemerintah, biaya yang dikenakan adalah sebesar 655.000 rupiah. Dari info yang saya baca, di dalam chip yang tertanam di passport elektronik, terdapat data-data pemilik passport seperti nomor unik passport, NIK, nama lengkap, nama lengkap ibu kandung, foto, nationality, kebangsaan dan data-data penting lainnya.

 

Caranya buat e-passport gimana?

Gampang banget!  Waktu itu saya buat di Imigrasi Jakarta Selatan (Warung Buncit). Sebelumnya, saya sudah pernah tulis sih insiden pembuatan perpanjangan passport saya disini. Tapi, untuk lebih berurutan, saya tulis lagi step-stepnya ya :

 

 1. Googling, googling, googling!

Saya suka heran, di jaman yang canggih kaya gini, kok masih ada aja orang yang gak cari info dulu sebelum melakukan sesuatu (dalam  hal ini, membuat passport). Karena kemarin, pas di imigrasi, banyak banget orang-orang yang gak bisa lanjut proses karena salah bawa data, kurang data asli dll. Sayang banget kan? Udah jauh-jauh dateng, antri pula, pas sampe gak bisa proses. Wasting time.

Sebelum mulai kumpulin data, bisa baca-baca lagi disini:

http://www.imigrasi.go.id/

2. Siapkan data-data

Siapkan data-data yang dibutuhkan, jangan sampai ada yang ketinggalan yah.. penting untuk diingat, beberapa data yang dibutuhkan HARUS DIBAWA aslinya lho. Kemarin kasihan banget, ada ibu-ibu sama anaknya cuma bawa fotokopian aja, jadi mereka pulang lagi. Data-data yang harus di bawa bisa lihat disini .

Data-data yang dibutuhkan adalah :

  1. KTP yang masih berlaku (ASLI harus dibawa + Fotocopy di A4, tidak usah dipotong seukuran KTP)
  2. Kartu Keluarga (ASLI harus dibawa + fotokopi)
  3. Akta Kelahiran/ Akta Perkawinan/ Buku Nikah / Ijazah/ Surat Baptis (ASLI harus dibawa + fotokopi)
  4. Passpor lama – Jika sudah memiliki passport/ mau perpanjang / mau ganti ke e-passport (ASLI harus dibawa + fotokopi)

Semua data-data yang di atas, fotokopiannya harus diurutkan berdasarkan urutan tersebut ya. Jadi disana sudah rapi J. Untuk file asli letakkan di urutan paling depan, karena pas masuk akan diminta untuk diperlihatkan ke petugas, jadi nanti gak ribet nyari-nyari lagi.

 

3. Datang ke Imigrasi terdekat

Sampai tulisan ini dibuat, registrasi untuk pembuatan e-passport tidak bisa via online. Jadi harus datang langsung ke Imigrasi. Sayang banget ya? Padahal pembuatan passport online itu cukup membantu lho, karena kita isi data via online, jadi sudah tidak perlu lagi isi formulir pas datang ke imigrasi. Antrian di Imigrasinya pun lebih sedikit dan lebih pendek.

Karena di Imigrasi Jak-Sel salah satu favorit dan paling banyak peminat, jadi sebaiknya harus datang pagi. What I mean with ‘Pagi’ is datang subuh hehehe. Serius! Kenapa? Soalnya, kuota pembuatan perhari untuk aplikasi manual (non online) hanya dibatasi 150 aja.

Percaya gak percaya, waktu itu saya datang jam 5 subuh. Sudah sampai di Imigrasi, kirain udah paling pagi, ternyata udah ada antrian 6 biji! Yasalam, pada dateng jam berapa ya? Lalu saya iseng nanya ke Ibu-ibu yang baru datang jam 7, dia dapet No.51. Nah lho! Stresss :D.

Pas datang, langsung liat ke lobbynya, walaupun belum buka (untuk ambil nomor antrian), biasanya sudah ada antrian siluman alias antrian map-map yang dijejerin di lantai sesuai dengan waktu kedatangan. Jadi langsung aja taro map di antrian paling belakang, jadi nanti kalau ada yang datang lagi, map mereka akan antri di belakang map kita. Duileh, segitunya banget ya? :p , waktu itu, Map saya di urutan ketujuh hehe..

 

4. Ikuti step-step di Imigrasi

  • Setelah (terpaksa) sabar menunggu, sekitar jam 7, petugas imigrasi akan memberikan briefing di Lobby, jadi mereka memberikan kesempatan bagi pengunjung yang antri untuk bertanya. Briefing aja setengah jam..udah kaya mau upacara 17an. Tapi salut sih dengan imigrasi Jakarta selatan, yang begitu terstruktur dan lebih sistematis. Bayangin aja, mereka harus memberikan briefing setiap hari ke para pengunjung. Beda banget dengan kondisi 5 tahun yang lalu.
  • Jam 7.30, para antrian akan dipersilahkan ke lantai 2. Salutnya lagi, kala itu semua pengunjung tertib dan jalan sesuai dengan urutan antrian siluman yang udah ada dari subuh hehe.
  • Sampai di lantai dua, sebelum diperbolehkan ambil nomor dan duduk di ruang tunggu, semua pengunjung akan diminta untuk berbaris dan menyiapkan dokumen asli untuk diperlihatkan ke petugas. Jadi, sekiranya ada yang ga bawa, pasti disuruh pulang. Males kan? Udah dari Subuh, eh disuruh pulang. Supaya gak ribet, siapkan dokumen asli di urutan paling depan.
  • Kalau sudah memenuhi syarat, akan dikasih nomor dan formulir. Pas ambil nomor, jangan lupa bilang ke petugas “Mas/Mba, saya minta formnya yang buat E-PASSPORT ya”. Supaya gak ketuker. Pada dasarnya, form sama aja, tapi yang untuk e-passport akan dicap “e-passport” dengan tinta merah di lembar depan.
  • Isi formulir. Kalau gak yakin dengan cara pengisiannya, jangan buru-buru diisi sendiri. Karena, dari jam 7.30 sampai jam 8.00, petugas akan memberikan briefing cara isi formulir. Jadi nanti akan ada acara “isi formulir berjamaah” hehehe. Salut juga sama bagian ini, soalnya jadi meminimalisasi kesalahan pengisian dan lebih efisien (petugas tidak memberikan jawaban yang berulang-ulang)
  • Sesudah isi form, nunggu dipanggil deh.
  • Pas dipanggil, foto, sidik jari, wawancara basa-basi.
  • Enaknya, bisa langsung bayar lho, melalui atm atau teller terdekat, atau bisa debit juga. Untuk e-passport, biayanya Rp.655.000,-
  • Enaknya kalau dapat nomor kecil, jam 9 atau 9.30 sudah bisa selesai, karena prosesnya cepet, antrinya yang lama. Mau gak antri lama? Googling aja, imigrasi mana yang agak sepi hehe.
  • Tinggal ambil passport deh. Untuk e-passport jadinya 3-5 hari kerja. Pengambilan passport setelah jam 12 siang. Jadi total datang ke imigrasi Cuma 2x.

Gampang banget kan 🙂

 

Terus beneran bebas visa gak ke jepang kalau udah e-passport?

BENERAAAN! Yaay.. jadi bisa bebas visa selama 3 tahun (per kedatangan diberikan durasi 15 hari).

Syaratnya cuma : jangan lupa register dulu di Japan Embassy sebelum pergi ke Jepang. Registrasi ini cuma sekali kok, jadi kalau udah ada sticker bebas visa, bulan depan mau ke Jepang lagi, gak usah register lagi, layaknya kita pergi ke Singapore atau ke Malaysia.

 

Registernya gimana?

Ini juga gampang, bisa baca disini

  1. Isi formulir yang bisa download disini
  2. Dateng jam 9 ke Japan Embassy di Thamrin (untuk wilayah Jakarta) dengan membawa e-passpor yang asli
  3. Ambil nomor
  4. Nunggu dipanggil
  5. Pas dipanggil, serahkan e-passport asli dan formulir yang sudah diisi
  6. Besok udah bisa diambil dengan sticker bebas visa yang mejeng di halaman e-passport.
  7. pengambilan setelah jam 12 siang. Tapi datang agak awal ya, biar cepet selesai, waktu itu saya datang jam 2, dapat nomor 251 T_T

Saya pun kemarin sumringah pas dari Embassy, H-3 mau ke Japan, sticker bebas visa udah mejeng di halaman e-passport.

Hello Again, Japan!!

Categories: Rambling thoughts, Visa Application | Tags: , , | 4 Comments

My Kinda Traveling Style

 

Nah, kali ini saya bukan mau sharing catper. Tapi sharing iseng aja tentang gaya berpakaian sewaktu traveling. Gpp dong yah? ^ ^

Jadi karena saya suka posting foto-foto liburan, kadang ada beberapa temen yang komen, “ihh.. ngapain ke pantai pake dress panjang/ maxi dress? Kaya mau ke pesta?”  atau “ke daerah pantai lengkap amat accessoriesnya? Antingnya gede-gede banget?” dan “elo jalan-jalan make rok? Yang beneer?!! Apa gak ribet?”. And I was like “Masalah buat looo?” hihihi

Karena menurut saya, gaya berpakaian sewaktu traveling itu tidak ada yang salah atau benar, bukan tentang diatur-atur sama komentar orang atau bukan tentang ke pantai itu rumusnya harus pake celana pendek, sandal jepit atau apalah. Tapi gaya berpakaian itu tentang nyaman dan tidak nyaman, pede dan tidak pede. Seandainya si pemakai baju salah kostumpun (dalam hal ini adalah saya misalnya), toh gak ada ruginya buat yang komentar bukan? Paling ruginya pada sakit mata aja sih hehe

Jadi sah-sah aja, saya mau bawa aksesoris sekoper atau mau pakaian yang heboh, selagi itu memang menunjang kebahagiaan saya sewaktu liburan :).

 

Barang penting gak penting

Saya jadi inget, beberapa teman-teman saya yang hobby jalan-jalan, selalu mempunyai barang-barang wajib yang tidak penting yang harus dibawa. Contohnya, nail polish aka Kuteks! Mau ke pantai atau gunung, mereka selalu ga lupa pakai (dan bawa) kuteks. Bagi sebagian orang pasti bertanya-tanya, kenapa? Kok ribet amat?. Lho, memang ada yang salah kalau itu membuat perjalanan lebih menyenangkan, membahagiakan dan percaya diri? Enggak ada yang salah kan? 🙂

Lalu apa sih barang penting gak penting saya yang selalu saya bawa kalau liburan?

Printilan Aksesoris  

Penting tapi ga penting beneer ini! hhihi.. saya (mudah-mudahan) ga pernah lupa make anting kalau liburan. Anting gede sih biasanya… biar macam tante-tante mau arisan 😀 dan supaya eye catching matching kalau difoto. Beberapa kali saya juga suka pakai kalung atau gelang, tapi pilih salah satu biar gak terlalu rame. Diusahakan anting yang keliatan kalau difoto hihihi.. udah pernah dicibir orang gara-gara aksesoris liburan ini, tapi saya sebodo sih 🙂

Bali firnes

Bedugul – Bali – Rindu Masa-masa ini :). Me with that anting jengkol hunting di ITC dan maxi dress biru beli di ITC juga hihi. sukses dihina-hinaa tapi tetep happy!

DSC_5939

Siloso Beach – Singapore. Baju & celana random store ITC tak ketinggalan Anting gede buatan sendiri 🙂 . sukses diliatin india-india. Ini mba saposee? bergaya ala model tapi kok badannya agak melar dan pendek yaa? *lalalalala

 

Topi

Mau ke gunung atau ke pantai, saya selalu bawa topi. Buat apa? Ya buat melindungi muka dari panas matahari (selain buat gaya tentunya). Kalaupun saya ga bawa, pasti saya beli di tempat yang kaya kunjungi. Bisa dibilang hampir setiap pergi pasti saya beli topi. Gara-gara ini saya jadi kebingungan nyimpen topi-topi koleksi di kamar yang sempit. Belum lagi bingung masukinnya di koper pas mau pulang. Kalau dimasukin koper, topi lecek, ditenteng, rempong. Hahaha..

DSC_0406

Menuju Kawah Bromo. Red hat. Coat – Online Shop, Puma Shoes, pink shawl – Mirota Batik. Backpack Adidas. Dalam liburan ini, pink shawl juga saya pakai buat bawahan pas basah-basahan ke Sempu Island.

DSC_0280

Gili Nanggu – Lombok. Topi beli dimana lupaa. Terusan warna biru gonjreng – random store ITC. Bracelet – Pasar Sukowati. Anting buatan sendiri.

7

Belitong. Topi lagi dan anting jengkol lagi, Mbaa kamu hitam sekaliii!! Acccckkkk!

DSC_0241

Maya Bay – Phuket. Tee & Hot pants – Uniqlo. Bikini & Hat – random traditional market di Phuket. Berangkat ga bawa topi, pulang-pulang bawa topi :p

 

Shawl / Pasmina

Menurut saya, shawl atau pashmina ini termasuk menjadi barang dengan kategori penting. Fungsinya bisa banyak, beberapa fungsi saya jabarkan dibawah ini :

  • Bisa menutupi leher kalau kedinginan di pesawat
  • Bisa menutupi bahu kalau kedinginan di pesawat / malam hari
  • Bisa menjadi pelindung kepala (semacam kerudung) sebelum makai helm, kalau mau keliling naik motor. Ya siapa tau helm rentalnya bau apek? 😀 *true story
  • Bisa buat tatakan tempat tidur, kalau dapet di hotel jelek dan tempat tidurnya agak-agak malesin buat ditidurin. Ini juga true story, pengalaman pribadi pas ke sukabumi dapet hotel yang ‘ajaib’ hehe
  • Bisa buat kain pantai, kalau males bawa kain pantai yang gede
  • Bisa buat tutupan bawahan bikini
  • Bisa buat gaya apalagi kalau warnanya lucuk.

Nah, lumayan kan? Satu barang berfungsi banyak.

DSC_0576

Sempu Island. Satu perjalanan sama bromo, pink shawl saya pake lagi buat bawahan. Baby-G watch. Topi gak pernah ketinggalan dan anting-anting yg menggantung di telinga saya. Duilee.. mau kemana sih mba?

 

Eyeliner!

Aduh, jadi maluu.. saya cinta banget sama eyeliner, karena bisa bikin mata kelihatan tajam, padahal mata saya juga ga sipit sih.. entah sejak kapan saya mulai cinta eyeliner, yang jelas, jadi makin tambah pede kalau pake eyeliner. Saya pernah ke mall gak pake bedak atau lipgloss tapi tetep make eyeliner. It’s like a must-have magic stuff in my cosmetic bag 😀 . Kalau ada orang yang ga bisa satu haripun gak pakai pinsil alis, saya adalah orang yang gak bisa satu haripun gak pakai eyeliner *tertunduk hina. Jadiilah saya traveling juga selalu make eyeliner, walau jam 3 pagi bangun untuk liat sunrise, walau mau snorkeling, walau mau basah-basah cantik di pantai, teteeep make eyeliner. Hinalah akuu.. 😀

revlon

Eyeliner favorit sehari-hari. Murahpuun.. gampang dihapus, gak cepet luntur kena air.

 

Traveling style

Kemudian, gimana gaya berpakaian kamu kalau liburan? Cuek? Boyish? Casual – Feminine? Miss matching?  Pakaian penuh warna tabrak lari? Semua yang dipakai harus branded? Atau apa adanya? Semuanya sah-sah aja!

 

I love skirt and Maxi Dress

Kalau saya sih harus mengakui aja, saya emang punya banyak rok. Saya mulai lupa, apakah karena memang saya senang banget pakai atau pakai rok karena harus menutupi paha saya yang babon atau karena saya feminine. Mungkin ketiganya benar, karena saya harus pintar-pintar mengakali paha yang besar, jadi saya beli banyak rok.  Karena punya banyak, jadi seneng pake kan. Karena seneng pake, jadi feminine 😛 . Sampai traveling pun kadang-kadang saya pakai rok. Dicibir orang? Ga masalah, yang penting saya nyaman dan percaya diri.

Tapi saya masih waras kok, saya ya gak mungkin lah ke naik gunung make rok hehe. Selama ini sih kalau ke pantai atau keliling kota aja paling. Menurut saya praktis-praktis aja ke pantai pakai rok, biasanya kalau untuk ke pantai, saya pilih yang bahannya tipis dan gampang kering. Dalaman rok langsung pakai bikini, mau lepas bikini tinggal plorotin hehe.. kadang saya jadi gak perlu outer bikini (luaran/ penutup bikini), karena bisa pakai rok yang tadi karena gampang kering. Kadang sih ke pantai pakai hot pants, tapi nyusahin kalau mau ke toilet, karena saya beser banget yaa.. kayanya kok lelet harus buka celana dulu kalau udah kebelet:p , oh iya.. gak ketinggalan penampakan paha babon saya kalau pakai celana.. hiks..

Daan.. saya cintaa bener juga sama maxi dress, karena menutupi kaki saya yang ga panjang. Walaupun salah model dikit bisa keliatan saya kaya orang hamil hehehe *cedih..Biasa maxi dress saya pakai buat malam hari, misal kalau mau dinner-dinner cancik di resto pinggir pantai. Ah, jadi kangen liburan lagi!

Bali dress

Maxi dress Cavalier – Museum Antonio Blanco, Bali Gaya princess ala-ala *silahkan muntah ya 😀

DSC_0003

Nicole’s Kitchen – Puncak. Blue dress – cavalier. Red necklace – Random traditional market di Phuket. Salah satu dress kesayangan ^ ^

???????????????????????????????

Gili Trawangan – Nemu rok pendek bahan tipis ini di Mirota Batik dan cuma 50 ribu ajaa!

 

Branded vs ITC

Siapa sih yang gak suka barang branded? Cantik nan ciamik tapi harganya bikin kantong kempes. Semenjak suka liburan, saya jadi diharuskan untuk memilih, pilih mana: mau banyak liburan atau banyak punya branded stuffs? Gak bisa dua-duanya, demi kesehatan dompet, atm juga investasi masa depan. Oh iya, biasanya branded stuffs saya juga kebanyakan kado, hihihi.. baik banget ya yang pada ngasih kado.. atau mungkin mereka iba kepada saya saking jarangnya beli branded stuffs hehehe

Jadi, okelah, gak semuanya harus branded, karena barang lokal / barang murah pun banyak yang bagus atau saya buat lebih spesifik: barang yang di jual di ITC juga lucu-lucu kok! Banget! Selama itu cocok sama kita, bagus kita pakai, nyaman, tidak membohongi kemampuan finansial dan bisa menjadi diri kita sendiri, kenapa tidak?

Saya punya temen yang pengen banget punya sepatu merk cukup mahal, sebut saja merk X, tapi pas dipake, jalannya kaya robot dan bikin kaki sakit (karena dia gak bisa pake high heels, cuma ikut-ikutan temen yang beli aja). Nah jadi gak bagus dong diliat? Atau beli baju merk terkenal, tapi pas dipakai gak cocok.. ih.. buang-buang duit aja dong ya? Mending duitnya buat beli tiket ke Turkiii.. yekaan?

Biasanya, kalau sepatu, saya rela nabung dengan sabar, supaya bisa beli merk yang memang terkenal awet. Karena kalau sepatu gak nyaman, udah pasti buat ga pede, sakit atau cepet rusak. Jadi agak mahal dikit gapapa yang penting awet dan nyaman.

Kalau baju liburan, beli di ITC udah paling bener buat saya. Biasa ITC mangga dua/Ambassador/ITC kuningan. Murah, banyak model lucu-lucu, kalau rusak (pas liburan) ga bikin nangis bombay karena toh harganya murmer :p .

IMG_3885

Saya lagi ngupil di stasiun kereta jadul di Yangon. Baju biru ITC, celana pendek yg bikin keliatan paha babon dan tas kesayangan Nat Geo hasil hunting di Singapore (less than idr 100rb). Tas besar, multifungsi banget dan murmer *happy wallet

DSC_0313

USS. Inner – Random FO, Outer chiffon – random store ITC, Vincci Sandal – hasil hunting diskon di KL, necklaces – made by me 🙂

 

Warna Gonjreng!

dan saya suka warna gonjreng kalau liburan. Alasannya? karena bagus kalau difoto dan bikin sakit mata yang liat. Hahaha.. ini seriuss.. saya favorit warna merah kalau liburan hehe.. ciamik deh difoto. Kontras 🙂 #bebasneng #atur

DSC_0158

Gunung Mas – Puncak. Pink tee – random store ITC. Red legging – uniqlo. Baby-G watch. Red VS green 🙂 . Tolong abaikan besarnya lengan saya ya..

DSC_0216

Tanjung Aan – Lombok. Dress Merah gonjreng – ITC. Anting Jengkol – Pasar Sukowati. Pose model ala-ala *ala-ala gagal

 

Jadi, begitulah sekelumit sharing gak penting ini. Pada akhirnya, gimanapun gaya pakaian liburan kita, yang penting adalah kita menikmati liburan kita. Cuekin aja orang mau ngomong apa. Enjoy your holiday, cherish every steps with your travel mate, friends or your beloved one. Happiness depends upon ourselves ~ Aristotle.

 

Categories: Rambling thoughts, Uncategorized | Tags: , | 2 Comments

Hunting Baju Winter di Jakarta

Sebagai orang yang tinggal di negara tropis, tentunya winter vacation adalah liburan yang paling ditunggu-tunggu (bagi sebagian orang, terutama yang norak seperti saya) hehe. Sebelum berangkat, rasanya excited luar biasa. Bertanya tanya, gimana sih rasanya winter? Sedingin apa ya? Gimana rasanya bisa pakai boots keren tanpa harus dicibir orang? Gimana rasanya make coat lucu tanpa disinisin atau dibilang make jas ujan? Hahahaha *pengalaman pahit*, nanti ada salju gak ya? Gimana rasanya salju? Sebenernya waktu mengunjungi ke Beijing beberapa tahun lalu pas lagi Spring season, 15 derajat sudah termasuk dingin buat saya (padahal bagi orang sana mah mungkin sejuk aja), itu aja saya make mimisan. Nah ini gimana dong pas winter sampe 3 derajat?

Exciting moment dimulai dari hunting baju-baju winter. Ih cihuy banget pokoknya. Tadinya susah-susah gampang cari baju winter di Jakarta, ternyata, banyak aja (banget) lho yang jual dan laris manis pun di kala winter season ini. Mungkin banyak juga yang mau winter vacation yaa..

Ini ada beberapa alternatif kalau mau berburu pakaian winter, misalnya mau menghemat gak beli yang branded. Kalau mau yang branded harganya nanjak, di mall banyak banget, coat-coat lucu bisa cek di Zara, H&M, Mango, M&S, untuk boots bisa cek di Aldo, Staccato (ngefet banget deh Staccato, lucuk lucukkk! *guling2 di depan counter Staccato*), Linea. Kalau mau yang dibawah sejuta untuk boots, di Bershka, Pull and Bear sama H&M juga ada..harga mepet-mepet sejuta. Saya pusing lah waktu nyari boots, maksudnya pusing pengen dibeli semua.. hahaha. Tapi di Jakarta mau dipake kemana yak, nanti disangka kebanjiran atau mau nguras tong sampah T_T, paling banter make ankle boots -_-

UNIQLO

Toko favorite saya adalah UNIQLO! Kenapa? Murah dan pilihannya banyak. Saya (karena tau alergi dingin) kalap belanja disini, beli tank top heatech, legging, stocking heatech sama sweater heatech. Dan lumayan ampuh menghangatkan. Tadinya ngicer gloves juga sekitar bulan Oktober, pas mau dibeli bulan Dec, udah abis gak bersisa! Udah nyari ke seluruh cabang Uniqlo di Jakarta, tetep juga gloves nya abis.. huhuhu.. fyi ya, perputaran barang di Uniqlo ini cepet banget, jadi beberapa kali keabisan. Kejadian juga mau beli legging sama jeans yg heatech, pas mau dibeli udah abiss.. padahal 3 minggu sebelumnya masih berjejer stocknya, katanya udh mau ganti musim ke Spring.. laahh.. kita aja baru mau winter vacation, udah spring aja hahahaha.

Contact Info:

http://www.uniqlo.com/id/

PASARAYA GRANDE

Di Pasaraya lantai 4 juga surga pakaian winter. Pilihannya banyak banget! Tapi ya itu, mahillss… coat aja dijual dari range 1 – 2jt (merek china), mending beli yang branded sekalian toh? Sebagai orang yang pernah jualan baju online shop, saya tau persis harga asli coat-coat buatan china, jadi males lah yaa.. mending beli di Olshop kalau barangnya/jenis bahan sama aja. Pilihan boots disini juga banyak dan lumayan murah (sekali lagi, made in china), jadi buat yang kepepet mau beli boots harga terjangkau, boleh lah mampir kesini..

pasaraya 1

boots pasaraya

pasaraya 2

coat pasaraya

pasaraya 3

boots pasaraya 2

TOKO DJOHAN – PASAR PAGI MANGGA DUA

Ini yang paling murce mursida kalau buat saya. Waktu itu saya sempet-sempetin kesini, karena penasaran aja. Waktu googling, nama toko Djohan ini selalu ada di search engine. Jadi bela-belain ke mangdu. Waktu kesana pas hari Sabtu, tokonya penuuh.. udah kaya pasar. Aduh, ini orang-orang indo pada mau kemana sik :p

Saya dapet longjohn merek china cuma 95 ribu, di Pasaraya harganya 300 ribu, merek china juga. Saya juga beli stocking wool disini, cuma 75 ribu dan gloves kulit dalamnya bulu dengan harga 100 ribu. Lumayan lah hemat ;). Sempet liat juga Coat label Zara, entah asli apa engga hehe. Konon, itu barang reject. Oh iya, sebelum make stocking wool nya saya double make legging heat tech Uniqlo dulu, jadi lumayan anget. Kalau mau ditambah (double tiga) pake stocking biasa di luarnya juga boleh. Tapi pas di toilet ribeeet 😀 , kalau double rangkap tiga gitu, pesan saya adalah “ Pipislah sebelum kebelet” 😀

Contact Info:

http://www.tokodjohan.com/

PASAR PAGI MANGGA DUA (Sebelah ITC)
LANTAI 2 BLOK B NO.47~48 JL. MANGGA DUA RAYAJAKARTA
Buka: 10.30~16.30 (Senin~Sabtu)
“Call/SMS” (Minggu)
Telp : 021 – 6013789
Flexi : 021 – 37081135 (Call)
XL : 0818 – 867618 (Call/SMS)
admin@tokodjohan.com

djohan

Coat – Jaket Djohan Pasar Pagi Mangga Dua

glovevs cowo djohan

gloves for men

zara djohan

Zara coat (ga tau reject apa palsu :P)

WINTER WOOL – PLAZA MELAWAI

Tau toko ini juga hasil googling. Yaolii.. melawai aja doong. Terakhir ke melawai mungkin udah taun berapa yaa? Kirain ini tempat udah kandas, ga taunya masih idup sodara-sodara. Dengan keyakinan setengah saya iseng mampir pas abis dari Pasaraya, ternyata bener lho masih ada hihi.. dan ketemu juga toko Winter Wool ini. Tempatnya kecil, tapi lumayan lengkap kok. Dari Coat/jacket bulu angsa, gloves, topi cewek feminine dari wool, kupluk sampe boots juga ada. Saya iseng beli gloves disini seharga 100 ribu dan earmuff 55 ribu. Salah beli gloves karena beli yang bahannya kain dan bisa touch screen (demi eksistensi soc med :D), saya lupa ada rencana mau main salju, alhasil waktu salju basah dan karena di ketinggian, angin saljunya kenceng banget. Tangan jadi beku, bengkak sampai sakit 😥 . Mungkin next time lebih aman make yang kulit, dalamnya bulu domba (biar hangat) dan gak basah, sedikit mahal gapapa daripada kedinginan.

winter wool hat

winter shop Melawai Jakarta – banyak topi cewek lucu-lucu

winter wool

winter wool – Melawai Jakarta

earmuff

earmuff

gloves

gloves hasil ke melawai ;p

Contact Info:

Winter Woll
Melawai Plaza Lantai Dasar No.111

LAXMI WINTER WEAR – SENAYAN CITY

Mampir kesini karena ngincer boots setengah betis warna abu-abu gelap. Ternyata sampai sana udah gak ada nomernya hiks :’(.  Padahal pas dicoba enak banget, dalamnya bulu jadi bikin anget, pas banget dipake buat winter. Walaupun bahannya suede (susah ngerawatnya) tapi udah terlanjur jatuh cinta sama boots itu. Mungkin lain kali baru berjodoh dengan boots serupa :p

Disini laxmi juga banyak banget pilihannya, model coat nya lucu-lucu, harga lumayan mahils untuk coatnya. Range 900 ribu s/d 1.5 juta. Kalo gak salah, untuk coat cewek ini, LAXMI produksi sendiri. Kalau susah nyari UGG boots, disini juga jual UGG boots dari ukuran anak kecil sampai dewasa. Kalau banyak waktu untuk hunting, coba aja mampir-mampir kesini.. awas jangan sampai terlanjur jatuh cinta sama coat nya 😀

boots laxmi

boots laxmi sency

Contact Info:

http://laxmiwinterwear.blogspot.com/

Senayan City
Senayan City 3rd Floor No. 58
Jl. Asia Afrika Lot. 19
Jakarta Selatan 10270
Ph. +62-21 72781260, 72781261
Fx. +62-21 72781262

ONLINE SHOP (OLS)

Nah.. ini sih termasuk favorit saya dan pilihan terakhir juga hehehe. Saya suka karena model coat nya lucu-lucu dan girly.  Tapi harus diperhatikan bahan dan ukuran dengan jeli ya kalau mau beli. Kadang ada yang suka males baca, karena terlanjur suka sama modelnya jadi kurang teliti. Padahal banyak yang harus dipertimbangkan. Seperti jenis bahan (polyester, wool, cashmere atau bebytery) dan ukuran. Sekarang banyak Online shop yang menjual model sama dengan bahan yang berbeda (lebih murah) dengan produksi sendiri, sehingga sering kali pembeli ketipu dengan bahan yang gak kuat untuk di tempat dingin. Kalau bahannya wool, atau cashmere masih tahan, tapi kalau babyterry itu tipis banget kaya handuk. Terus ukuran juga perlu diperhatikan, usahakan satu nomer lebih besar dari ukuran biasanya, karena akan di double daleman longjohn dan sweater heat tech. Waktu itu saya beli online cuma IDR350an, dimana kalau udah masuk toko di ambas, harganya bisa IDR600an, atau kalau di Pasaraya bisa di atas sejuta. Kalau mau tanya-tanya tentang online shop yang jual winter clothes (atau tempat saya beli), sila kirim private mssg ya 🙂 , walau saya tidak menjamin si OLS tersebut masih menjual coat itu hehe.

Segini dulu infonya, nanti kalau ada yang inget di update lagi. Happy Hunting!

DSC_0343

Hasil huntingnya 🙂 .Earmuff : Winter Wool – Melawai. Gloves : Winter Wool – Melawai. Shawl : Zara. coat : OLS. Stocking wool : Toko Djohan – Mangga Dua. Boots : New Look – Sency

——————————————————————————————————

Karena banyaknya pertanyaan dan kebingungan pengunjung di tulisan ini, maka ini akan saya update terus dengan toko-toko yang jual pakaian musim dingin (jadi update dilakukan setelah saya melakukan winter holiday atau dengan kata lain saya belum tentu membeli dari toko-toko di bawah ini).

Oh ya, update tambahan ini saya cuma bantu saja kalau pas kebetulan jalan-jalan ketemu toko yang jual pakaian winter yah. Sekali lagi, happy hunting!

MOMO – ITC Kuningan Lantai 1 (depan escalator)

Banyak jual jacket bulu angsa. Kisaran harga coat 400 – 800. Jual Long John juga.

momo itc kun

Update 1 Okt 2014

Autumn & Winter collection udah mulai bertebaran dimana-manaa.. gatel pengen foto kalo ketemu printilan winter hihi

PULL & BEAR

unnamed

wool coat di PULL & BEAR

Update 1 Dec 2014

Uniqlo

uniqlo 4

Gloves kulit ini dalemnya bulu. Dan harganya cummaaa… *liat sendiri ya . Dan saya beli ini hehe, setelah tahun lalu kehabisan.

uniqlo 3

Boots tiruan UGG Boots. Demi apaa itu harganyaa? *zoom in zoom out

uniqlo 2

jacket ULD (Ultra Light Down) dari uniqlo. Lapisan dalamnya bulu. Buat traveler yang ga suka bawa koper gede.. jacket ini cocok banget. Karena kalau dilipat cuma sebesar kantor kecil itu, dan super ringan. *ngomong ala marketing kaya fenny rose

uniqlo 1

Kaos Heatech.. buat daleman, biar ga dingin.. ini cepeettt banget abisnyaa di Uniqlo

Categories: Rambling thoughts | Tags: , | 385 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

Jalan Sendiri ke Jepang

Sekali-sekali jalan gak pakai Tour - freedom adventures

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

Anila Tavisha

Ambivert creature who loves to postpone her stories

dininulis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad & HR.Thabrani)

alfsukatmo.wordpress.com/

A place where my soul rest

Wee Line

There's always an open door for them who wanna try

Esti Murdiastuti

Melihat dunia, merenung, intropeksi maka engkau akan menemukan Tuhan-mu

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

santistory

.:santiari sanctuary:.